Kasus Penganiayaan M Kace, Karutan Bareskrim Polri Bersama Dua Anggotanya akan Jalani Sidang Kode Etik

Baaca.id, JAKARTA — Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri telah menetapkan lima tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kosman alias M. Kace.

Tidak hanya itu, Kepala Rutan (Karutan) Bareskrim Polri bersama dua anggotanya, yaitu kepala jaga rutan Bareskrim dan anggota jaga juga ikut ditetapkan sebagai terduga pelanggar.

Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Ferdy Sambo dalam keterangannya menjelaskan, ketiganya telah melanggar disiplin serta tidak melaksanakan standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan jaga tahanan sebagaimana yang disebutkan dalam PP Nomor 2 tahun 2003 Pasal 4 (d) dan (f). Sehingga terjadilah insiden penganiayaan tersebut.

“Ketiganya akan menjalani sidang komisi disiplin secepatnya,” ujar Ferdy dikutip dari tvOnenews.com, Kamis (30/9/2021).

Ferdy menambahkan, Irjen Napoleon Bonaparte sebagai tersangka juga akan diproses dalam sidang kode etik profesi Polri, usai kasus penganiayaan ini berkekuatan hukum atau inkrah.

Sebelumnya, Napoleon Bonaparte bersama dengan empat tahanan lain ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama Muhammad Kece.

Kelimanya disangkakan dalam Pasal 170 juncto Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan penjara.

Dalam kasus ini, Napoleon diketahui tidak hanya melakukan penganiayaan berupa pemukulan terhadap Muhammad Kece. Tapi juga turut melumurkan kotoran manusia ke wajah dan tubuh korban. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button