Ke Sulsel, TP PKK Sulbar Berguru Soal Penguatan Kelembagaan

Baaca.id, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 seakan-akan bukan kendala besar bagi Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel. Beragam program pun mampu dijalankan.

Kemampuan tersebut rupanya menarik perhatian TP PKK Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga studi perbandingan ke Sulsel pun dilaksanakan dan dipimpin langsung Ketua TP PKK Sulbar, Andi Ruskati Ali Baal Masdar, Kamis, (11/11/2021).

Membawa seluruh pengurus TP PKK Sulbar, Andi Ruskati bermaksud berguru terkait penguatan kelembagaan dan peningkatan 10 program kerja PKK Sulsel.

Menerima istri Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan rombongannya itu di Gedung Kartini Makassar, Plt Ketua PKK Sulsel, Naoemi Octarina memaparkan berbagai program maupun inovasi yang dijalankan sejumlah kelompok kerja (Pokja) I – IV PKK Sulsel dalam pelaksanaan 10 program PKK.

Pokja I misalnya, melaksanakan kegiatan kajian bulanan, karantina dan lomba tahfidz Quran, dan program sosialisasi Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK).

“Khusus program KISAK ini, kami dibantu oleh PLN,” ungkap isrti Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman itu.

Selanjutnya untuk Pokja II, menggandeng PT POS Indonesia, PKK Sulsel memberikan ruang belajar bagi anak-anak down syndrome untuk melatih gerakan motorik mereka.

Adapula program pengembangan karakter anak usia dini melalui gerakan Koper Kasih Sayang yang dilaksanakan di berbagai lokasi.

Pokja II juga bekerja sama dengan Pokja Bunda PAUD, serta Dinas Perpustakaan Sulsel, untuk menghadirkan perpustakaan ibu dan anak yang ramah lingkungan. Perpustakaan ini dilengkapi dengan luas ruang laktasi, alat bermain anak, hingga taman.

Untuk Pokja III, juga bekerja sama dengan PLN, melaksanakan lomba masak berbahan dasar pangan lokal, yang diikuti oleh Ketua TP PKK kabupaten kota. Program ini sekaligus untuk mensosialisasikan greenlife, dengan penggunaan kompor induksi.

Sedangkan Pokja IV, melaksanakan vaksinasi serentak di 24 kabupaten kota. Juga bekerjasama dengan PT POS Indonesia, memberikan bantuan tempat sampah yang ditempatkan di Rammang-rammang Kabupaten Maros.

“Kami juga membuat 15 MoU dengan OPD Pembina, dan setiap bulan melakukan rapat untuk mensinergikan program kerja. Jadi, kami membuat tiga kategori untuk program PKK ini. Ada kategori sinergi dengan OPD, sinergi dengan BUMN, serta kategori charity,” urainya.

Sanggup menjalankan berbagai program kendati dalam kondisi terbatas akibat wabah Covid-19, TP PKK Sulsel pun diapreasiasi Ketua TP PKK Sulbar, Andi Ruskati.

“Kami harap bisa belajar dan sharing dengan PKK Sulsel terkait kegiatan-kegiatan yang ada. Sehingga, apa yang akan kami laksanakan ke depan bisa meningkat, seperti yang dilaksanakan Sulsel. Karena saat ini, kami betul-betul belum bisa seperti PKK Sulsel saat ini,” ujar Andi Ruskati. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button