Kebun Kurma Madinah

Baaca.id — Salah satu makanan yang banyak diminati ketika melaksanakan ibadah haji adalah kurma. Selain rasanya yang legit, manis, dan nikmat, kurma juga merupakan salah satu makanan yang disunnahkan oleh nabi.

Apalagi buah kurmanya dibeli atau didapatkan langsung dari tempat asalnya, dari tempat yang suci dan mulia. Nah, salah satu tempat yang direkomendasikan untuk menikmati dan membawa pulang kurma adalah kebun kurma Majeed di Madinah.

Kebun kurma Majeed masih berada di dalam kota Madinah. Lokasinya sangat dekat dengan Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun oleh rasul.

Tepatnya, kebun kurma ini berada lima kilometer di sebelah tenggara kota Madinah.

Baca Juga: Kata-kata Bijak Aristoteles

Pada dasarnya banyak hal-hal yang harus kita ketahui terkait dengan kebun kurma Madinah ini. Oleh sebab itu pada artikel ini akan dibahas seputar sejarah kebun kurma Madinah. Langsung saja simak penjelasannya di bawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sejarah Kebun Kurma Madinah

Menurut sejarah, kebun kurma ini merupakan salah satu bentuk kecil peninggalan sahabat nabi yang dijamin masuk surga, namanya adalah Abdurrahman bin Auf.

“Ini dulunya adalah kawasan Abdurrahman bin Auf. Beliau lah yang pertama kali menanam pohon kurma di sini,” tutur Majeed, pemilik kebun kurma Majeed dalam bahasa arab dan diterjemahkan oleh salah Warga Negara Indonesia bernama Umar yang bekerja di Madinah.

Saat ini, kebun Majeed di Madinah ini memiliki pohon kurma sebanyak 600 pohon kurma dengan berbagai jenis. Terdapat kurma ajwa, halwa, rutanah, dan masih banyak lagi.

Untuk umur dari pohon kurma itu sendiri bervariasi. Majeed menyebutkan bahwa umur pohon kurma tersebut berkisar 6 tahun sampai 60 tahun, dan sterus berbuah, tak ada hentinya.

Pohon kurma ini dijaga dan dirawat dengan baik. Membutuhkan pengairan yang banyak agar pohon kurma tetap subur dan bagus.

Untuk pengairannya sendiri, kebun kurma Majeed ini memiliki sumur bor dengan kedalaman 300 meter. Kemudian air akan disedot dari sumur tersebut, dan akan dialirkan ke kolam penampungan, yang selanjutnya akan dialirkan ke parit-parit hingga menggenang.

Baca Juga: Ini Dia Harga Pohon Natal, dari Ratusan hingga Jutaan Rupiah

Pengairan dilakukan dua kali sehari, dengan waktu sehabis subuh dan maghrib. Selain itu, dalam beberapa waktu sekali, pohon kurma akan dipupuk menggunakan kotoran domba.

Pohon kurma membutuhkan waktu selama enam bulan mulai dari proses pengkawinan bunga jantan dan betina sampai pada masa panen. Untuk proses perkawinan ini dilakukan secara manual oleh para pekerja.

Tak hanya perawatan itu saja, buah kurma juga harus dibungkus sejak kecil untuk menghindari buah kurma jatuh atau rontok begitu saja. Namun terkadang, beberapa pengunjung juga mencari kurma yang masih muda.

Kurma muda sendiri oleh orang arab dijadikan sebagai minuman penambah stamina dengan cara dijus dan dicampur dengan madu. Bagus untuk stamina laki-laki dan perempuan.

Kebun kurma Majeed yang berada di Madinah ini menjadi salah satu destinasi tujuan para jamaah haji Indonesia. Selain berkunjung, jamaah haji juga bisa membeli kurma di sana untuk oleh-oleh dengan harga berkisar 35 riyal sampai 100 riyal, bergantung pada jenis kurmanya.

Majeed mengatakan bahwa yang paling banyak diburu adalah kurma ajwa atau kurma nabi. Kebun kurma Majeed ini buka setiap hari selama musim haji mulai dari setelah subuh hingga pukul 09.00 waktu setempat.

Sedangkan pada musim umrah, jam bukanya dari setelah subuh hingga pukul 11.00 WAS. Dilansir dari sindonews.com yang melakukan wawancara pada salah satu jamaah haji Indonesia asal Madura Jawa Timur mengatakan bahwa jamaah haji Indonesia sekali datang ke kebun kurma Majeed ini langsung rombongan.

Sekitar tiga puluh sampai empat pulus bus sekali datang ke kebun kurma Majeed ini.

Seperti itulah informasi terkait kebun kurma Madinah yang sangat menambah wawasan kita seputar kebun kurma di Madinah. Diharapkan para pembaca dapat mengambil pelajaran dan mengambil ilmu yang telah disampaikan di atas mengenai kebun kurma Madinah.

Demikian artikel mengenai kebun kurma Madinah yang telah dipaparkan untuk menambah wawasan kita mengenai sejarah dan hal-hal lain lagi yang masih berkaitan dengan Kebun kurma Madinah.



Related Articles

Back to top button