Keenakan Dipijat Pemuda, Seorang Nenek Tak Sadar Liontin Emasnya Raib

Baaca.id, INDRAMAYU — Aksi pencurian dengan modus pelaku menjadi tukang pijat terjadi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pelakunya seorang pemuda berinisial W (29), warga Desa Mekar jaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Ironisnya, korban merupakan seorang nenek berusia 72 tahun bernama Warijah.

Warijah yang merupakan warga Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu ini harus rela kehilangan kalung emas tiffany seberat 8,5 gram dan liontin emas seberat 5,3 gram.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadiannya berawal saat korban sedang cari angin di teras rumah, lalu datang orang tidak dikenal naik sepeda motor menawari pengobatan bekam dan korban pun setuju.

Saat sudah berada dalam rumah, korban mulai dipijat oleh pelaku. Pelaku kemudian meminta sang nenek untuk melepas semua perhiasan yang ia kenakan dengan alasan untuk mempermudah proses pemijatan.

Korban pun kemudian menuruti permintaan pelaku dengan melepas kalung emas dan liontin itu dan menaruhnya di bawah bantal.

Saat itu, pelaku mencoba mencari situasi sepi untuk memuluskan niat jahatnya tersebut. Ketika situasi sudah dianggap aman, ia kemudian menggasak perhiasan nenek tersebut dan kabur.

Nenek Warijah baru sadar saat pelaku pergi. Dia mencari kalung emas dan liontin di bawah bantal namun sudah raib. Dia pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi.

Kapolsek Terisi, Iptu Hendro Ruhanda didampingi Kanit Reskrim Polsek Terisi, Bripka Wahyudin mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah mendapat laporan.

“Pelaku berhasil diamankan di kediamanya di Blok Peraha Desa Sanca Kecamatan Gantar,” aku Hendro.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp1 juta, tas ransel, pakaian pelaku, dua bukti surat toko mas, dan rekaman video tersangka saat memijat korban. Pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button