Kejam! Meski Sudah Lunas, Korban Pinjol Tetap Ditagih dengan Ancaman

Baaca.id, SURABAYA — Sungguh kejam apa yang dilakukan pelaku penyedia jasa pinjaman online (pinjol) ilegal. Meski nasabahnya sudah melunasi pinjamannya, mereka masih tetap melakukan penagihan.

Dua warga Surabaya yang merupakan korban atau pemilik hutang aplikasi pinjaman online ilegal itupun melapor ke Polda Jawa Timur. Mereka mengaku telah melunasi pinjamannya, namun penagihan tetap dilakukan dengan cara ancaman, melalui pesan singkat.

Berdasarkan laporan warga tersebut, Polda Jatim melakukan penggrebekan terhadap kantor PT Duyung Sakti Indonesia di Jalan Raya Satelit Indah BN 8 Surabaya, hari ini, Senin (25/10/2021). Hasilnya, 13 orang berhasil diamankan.

Dari ke-13 orang tersebut, tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Yakni APP (27), warga Jombang; RH alias asep (28), warga Jati Asih Kota Bekasi; dan ASA, perempuan, juga warga Jati Asih Kota Bekasi.

PT Duyung Saksi Indonesia merupakan perusahaan pihak ketiga, selaku penerima kuasa, dari 35 perusahaan pinjaman online untuk melakukan penagihan hutang. Dari 35 perusahaan ini, 34 perusahaan merupakan perusahaan pinjaman online ilegal, yang tidak terdaftar dalam OJK dan kementrian komunakasi dan informasi.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta saat menggelar press rilis yang digelar di Gedung Humas Polda Jatim mengatakan, modus pelaku ini dengan melakukan ancaman melalui pesan singkat.

“Tak hanya tiga tersangka penagih hutang, kami juga tengah mengejar satu DPO yang merupakan pemberi perintah kepada penagih hutang ini,” ujar Nico.

Pada pengungkapan ini, polisi berhasil menyita dokumen penagihan, laptop, ponsel, dan ratusan kartu perdana yang digunakan tersangka untuk menghubungi pemilik hutang. Polisi menjerat para tersangka dengan UU RI No.19 tahun 2016, tentang ITE, Pasal 27 ayat 4 junto Pasal 45 ayat 4, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar.

Untuk memudahkan masyarakat, Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah membuka hotline bagi masyarakat yang dirugikan dari praktik ilegal pinjaman online ini. Masyarakat bisa melapor ke nomor hotline 08119971996.

Nico juga telah memerintahkan kepada seluruh polres jajaran untuk aktif melakukan penyelidikan terhadap praktik ilegal pinjaman online. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button