Kejati Sulbar Sita Uang Tunai Rp783 Juta

Dugaan Korupsi DAK

Baaca.id, MAMUJU – Setelah menetapkan tiga tersangka dalam kasus penanganan Dana  Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2020, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat menyita barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp783.862.550.

Dana tersebut bersumber dari potongan tiga persen dari DAK masing-masing SMU se-Sulbar yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan DAK yang ditransfer ke masing-masing rekening sekolah untuk pembangunan fisik.

“Potongan tiga persen ini diperuntukkan bagi fasilitator atas arahan dari pihak Dinas Pendidikan Sulbar untuk pembuatan RAB dan desain bangunan yang akan dikerjakan. Atas imbauan itu mau tidak mau pihak sekolah harus menyetor,” ungkap Aspidsus Kejati Sulbar, Feri Mupahir, Kamis (18/2/2021).

Potongan sebanyak tiga persen dari total bantuan DAK untuk masing-masing sekolah SMU tersebut, tidak sesuai dengan peruntukannya dan bertentangan dengan ketentuan yang ada.

“Pungutan sebesar tiga persen ini, tidak memiliki dasar hukum karena fasilitator sendiri sudah mendapat gaji,” terangnya.

Ia menambahkan, atas kasus ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak BPKP  dan sudah dimintai keterangan. Saat ini, kata Feri, BPKP sedang melkukan penghitungan kerugian negara.

Sebelumnya, pada kasus dugaan korupsi penanganan DAK tahun anggaran 2020 ini, Kejati Sulbar telah menetapkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial BB, BE dan AD. (syarif)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button