Kembali Belajar dengan Aman, Terapkan Pola Kebiasaan Baru

Baaca.id, MAKASSAR – Pendidikan telah jadi hak pokok setiap warga. United Nations International Children’s Emergency Fund (Unicef) pun tengah berupaya memenuhi hak tersebut.

Bersama pemerintah Jepang, salah satu badan PBB yang fokus pada upaya memenuhi hak dan kebutuhan anak-anak di negara-negara berkembang itu menyiapkan program yang dinamakan Kembali Belajar dengan Aman.

Selain disiapkan untuk menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) dengan aman di sekolah, program yang diselenggarakan Pemprov Sulsel bersama Pemkot Makassar dan Pemkab Bone itu tentu juga guna mendorong terpenuhinya hak anak atas pembelajaran bermutu, serta pemberian dukungan kesehatan dan psikososial.

Plt Gubernur Susel, Andi Sudirman Sulaiman pun turut mengapresiasi program Kembali Belajar Dengan Aman yang diprakarsai Unicef dan Pemerintah Jepang dengan menjadikan Kota Makassar dan Kabupaten Bone sebagai pilot project tersebut.

“Program kembali belajar ini sebagai dukungan bersama bagaimana kita sekolah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Andi Sudirman.

“Tentu kita sudah menimbang benefit, segala keuntungan yang kita dapat dengan anak-anak sekolah di sekolah langsung secara tatap muka,” tambah dia.

Berkenaan program yang diresmikan di Hotel Claro Makassar, Rabu (3/11/2021) itu, Kepala Kantor Perwakilan Unicef Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaya, menuturkan, Kembali Belajar Dengan Aman merupakan program lintas sektoral.

Sementera tujuannya, untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran tatap muka yang aman dengan menerapkan pola kebiasaan baru.

Unicef juga mendukung Pemprov Sulsel dalam pelaksanaan Pergub Nomor 71 Tahun 2020 terkait Rencana Aksi Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah di 10 kabupaten/kota.

Yakni, Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kabupaten Wajo, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Jeneponto.

Program ini, lanjut Henky, difokuskan di 70 Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiah (MI) di Kota Makassar dan Kabupaten Bone. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button