Kembangkan Sektor UMKM, Abd Hayat: Diperlukan Sinergi Multipihak

Baaca.id, MAKASSAR – Pemprov Sulsel terus melakukan pendampingan, termasuk menyiapkan pelatihan dan konsultasi kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Agar pengembangan ekonomi pada sektor UMKM bisa terus berkelanjutan.

Berkenaan dengan itu pula, Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp2,4 juta disalurkan buat 368.222 UMKM. Pencairan mencapai kurang lebih sekitar Rp900 miliar per 31 Desember 2020

Terkait, Sekprov Sulsel, Abd Hayat Gani menuturkan, perlu dilakukan penguatan sistem manajemen UMKM. Sehingga akan menambah daya saing, hingga meningkatkan nilai ekspor.

“Propinsi Sulawesi Selatan ini memiliki warna tersendiri, berbeda dari daerah-daerah lain. Standardisasi yang biasa dikenal dengan sebutan Standardisasi Penilaian Kesesuaian (SPK) atau SNI dinilai penting sebagai langkah untuk membuat produk-produk milik pelaku UMKM lokal memiliki nilai tambah dan berdaya saing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga untuk memasuki pasar ekspor,” jelasnya.

Pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif juga terus didorong untuk memanfaatkan teknologi. Tujuannya, guna memperluas akses pasar sekaligus sebagai upaya menekan dampak penularan Covid-19.

“Karena itu diperlukan sinergi multipihak dalam mendorong, menata, serta membuat kebijakan agar UMKM yang didominasi usaha mikro dan ultra mikro dapat bertumbuh lebih pesat dan berperan lebih optimal, dan bisa naik kelas,” imbuhnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button