‘Kepuasan Pelanggan’ attitude Dagang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Baaca.id , Perilaku Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah panutan seluruh umat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempraktikkan etika dagang terbaik yang menjadi contoh untuk keberhasilan manusia di dunia dan akhirat.

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam merupakan pedagang dan pebisnis ulung. Sejak kecil, beliau terbiasa berdagang. Kehidupan beliau telah terlatih sebagai pedagang.

 

Di umur yang masih sangat belia, sepeninggal kakek yang sangat disayanginya Abdul Muththalib di usia sekitar 8 tahun, beliau selanjutnya dirawat oleh pamannya Abu Tholib. Dalam perawatan pamannya jiwa pedagang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tumbuh terdidik. Oleh pamannya, Abu Tholib, beliau dibawa berdagang sampai ke negeri Syam. Dikisahkan, kemanapun Abu Tholib pergi, beliau senang membawa ponakannya. Kecintaan Abu Tholib kepada Rasulullah karena akhlak mulia ‘attitude’ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Kabar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai pedagang yang berakhlak mulia, dengan attitude  jujur, amanah, cerdas, dan adil sampai ke telinga Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Seorang perempuan saudagar yang sangat terkenal. Attitude mulia mengantarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapat tawaran dari Khodijah membawa dan menjual barang dagangannya.

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, selain mendapatkan keuntungan yang berkah saat berdagang. Ini menjadi salah satu etika berdagang dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Berdaganglah kalian dengan jujur dan amanat, niscaya orang-orang yang jujur dan orang-orang yang mati syahid akan bersama dengan Nabi.” (HR Al-Hakim dan Tirmidzi).

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengutamakan kejujuran dan menjaga amanah dengan baik. Semoga pribadi kita ikut terdidik mengikuti jejak dagang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dalam memberi layanan, selalu berupaya memberi persembahan terbaik kepada siapapun. Menjunjung tinggi dan mengamalkan empat prinsip dagang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu: ‘shiddiq’ jujur, amanah, ‘fathonah’cerdas, dan ‘tabligh’ menyampaikan secara jelas kelebihan dan kekurangan barang yang dijual.

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela. Apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.” (HR Baihaqi).

 

Dari sahabat Rafi’ bin Khadij ia menuturkan: Dikatakan (kepada Rasulullah), “Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab, “Hasil pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri, dan setiap perniagaan yang baik.” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, Al-Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

 

Berpedoman pada praktik dagang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam maka, pedagang yang baik harus mengedepankan prinsip syariah jujur, adil, transaksi yang dilakukan tidak ada unsur keterpaksaan. Pembeli dan penjual secara bersama ridha melakukan transaksi jual beli sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

 



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button