Kerugian Akibat Banjir Wajo Capai Rp 460 M

Baaca.id, SENGKANG – Kerugian akibat banjir yang melanda Kabupaten Wajo akhir pekan lalu ditaksir mencapai Rp 462 miliar. Pertanian dan tambak menjadi sektor paling terdampak.

Ribuan hektar lahan padi yang sudah siap panen gagal akibat banjir. Tak hanya padi dan tanaman jagung, tambak milik warga juga banyak yang meluap.

Data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Holtikultura sebanyak 21.023 hektare sawah gagal panen. Akibat banjir tersebut, petani padi mengalami kerugian Rp462 miliar. Sementara petani jagung Rp10 miliar.

“Ini data sementara per hari ini. Kemungkinan masih bisa bertambah,”kata Ir Muhammad Ashar saat diskusi publik yang dilakukan Humas DPRD Wajo di Ruang Paripurna Mini, Selasa, 31 Agustus 2021.

Muhammad Ashar mengatakan, saat ini tim Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan-Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP) terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak banjir. Sembari dilakukan pendataan, pihaknya terus berupaya mencari solusi dengan melakukan koordinasi Pemerintah Provinsi dan Pusat.

“Kami baru saja menerima Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Sulawesi Selatan yang turun langsung melihat kondisi sektor pertanian kita yang terdampak banjir serta untuk mendapatkan data yang riil. Alhamdulillah beliau merespons baik dan berjanji akan membantu mengusulkan supaya Kabupaten Wajo mendapatkan bantuan calon benih nasional dari Kementerian Pertanian RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Sementara Kadis Kelautan dan Perikanan, Nasfari mengatakan, untuk banjir kemarin, ada tiga kecamatan di Wajo yang tambaknya meluap yakni Pitumpanua, Keera, dan Sajoanging. Namun, paling parah di Kecamatan Keera karena 60 persen dari luas tambak di sana meluap.

“Akibat banjir itu, petani tambak mengalami kerugian sekitar Rp10 miliar,” ungkapnya.

Untuk membantu para petani tambak yang mengalami kerugian, mantan Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo akan membantu dalam proses pencairan asuransi.”Ada sekitar 400 yang punya asuransi,”ungkapnya.

Upaya Pemda Wajo dalam membantu petani yang terdampak banjir diapresiasi DPRD Kabupaten Wajo.

“Koordinasi ke provinsi dan pemerintah pusat yang dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan, kami selaku mitra sangat mensuport,” ujar Anggota Komisi II DPRD Wajo, Asrijaya Latief.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button