Kesal! Pria Ini Hancurkan Keramik Trotoar Tempat Istrinya Terpeleset

Baaca.id, AMBON — Beredar sebuah video sorang pria di Ambon menghancurkan keramik (tegel) trotoar di Jalan dr. Tamaela, Negeri Urimesing, Kota Ambon, tepatnya di depan gerai Alfa Midi kawasan Urimesing.

Video berdurasi 30 detik itu telah viral dan sudah diteruskan puluhan ribu kali di berbagai media sosial seperti WhatsApp, Instagram hingga Facebook.

Diketahui, video itu mulai viral sejak Selasa (9/11/2021), setelah pria itu melakukan aksinya. Dari video amatir yang dibagikan, terlihat pria dengan mengenakan jaket berwarna cokelat ditutupi oleh helem hitam tampak emosi dan mendekati lokasi trotoar yang hendak dihancurkan.

Sebelum dihancurkan, ia sempat mengumbar kekesalannya yang memicu ia nekat menghancurkan tegel trotoar itu. “Istri saya jatuh. Mereka tidak mau mengobati istri saya,” upat pria itu sambil mengayunkan palu dengan kasar ke lantai trotoar.

“Istri saya jatuh. Istri saya jatuh,” umpatnya lagi sambil terus mengayunkan palu berukuran besar sampai keramik trotoar hancur.

Warga yang mengabadikan video tersebut juga terlihat dalam rekaman turut mendukung aksi pria ini, sebelum akhirnya menyudahi rekamannya setelah sebagian trotoar dihancurkan.

Informasi yang beredar, sang pria yang belum diketahui identitasnya itu nekat menghancurkan tegel trotoar tersebut karena merasa kesal dan emosi setelah istrinya terpeleset dan terpental jatuh karena ubin trotoar yang licin. Akibat peristiwa tersebut, istri pria ini tengah menjalani perawatan karena mengalami patah pada lengannya.

Ternyata, bukan hanya istri pria itu yang menjadi korban akibat licinnya tegel trotoar di jalan tersebut. Said, seorang warga yang kantornya berdekatan dengan lokasi tersebut juga mengaku sempat terpeleset.

Said mengatakan, selain licin dan membahayakan keselamatan pejalan kaki, pembangunan trotoar berbahan keramik (tegel) di sejumlah titik di Kota Ambon ini dinilai mubazir. Ia mendesak agar permukaan trotoar yang menggunakan tegel bermotif alat musik itu harus dibongkar karena akan berjatuhan korban akibat terpeleset dan jatuh.

“Saya trauma karena beberapa kali hampir jatuh ketika berjalan di atas keramik trotoar itu karena memang sangat licin,” ungkap Said yang merupakan salah satu karyawan dari perusahan swasta di Kota Ambon, Selasa (9/11/2021).

Diketahui, pembangunan trotoar berbahan keramik di Kota Ambon ini menggunakan anggaran sebesar Rp700 miliar. Dana ini bersumber dari pinjaman Provinsi Maluku lewat PT SMI. Namun sayang, licinnya keramik trotar tersebut telah memakan banyak korban yang terpeleset dan jatuh.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku telah melapisi keramik ubin ini dengan anti slip (coating anti slip) di beberapa titik trotoar di Kota Ambon.

Coating tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko para pejalan kaki terpeleset dan terpental. Namun begitu, belum seluruhnya tahap pengerjaan dilakukan karena membutuhkan waktu lima hingga tujuh hari pengerjaan.

Pasca beredar video tersebut, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Ambon. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button