Komnas HAM Beberkan 12 Kasus HAM Berat, Penembakan 4 Laskar FPI tak Masuk

Baaca.id, JAKARTA – Komnas Hak Asasi Manusia menyoroti 12 kasus pelanggaran HAM berat yang belum tuntas hingga saat ini. Salah satunya yang disebut mendapat perhatian serius adalah penembakan yang menewaskan 4 laskar FPI.

“12 ini masih ditangani bolak balik antara Komnas HAM dan Kejagung. Ini mendapat banyak perhatian,” terang Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam rapat bersama Komisi III DPR RI, Senin (4/10/2021).

Taufan mengatakan, 12 kasus pelanggaran HAM ini turut mendapat atensi dari Presiden. Presiden bahkan telah menginstruksikan kepada Menkopolhukam dan Jaksa Agung agar mengambil langkah koordinatif.

“Kami sudah bertemu dengan Menkopolhukam dan pihak Jaksa Agung. Tapi belum ada kejelasan sampai sekarang,” jelas Taufan.

Diakui Taufan, Presiden memberi perhatian pada kasus HAM yang cukup serius. Sayangnya pertemuan antarlembaga belum menghasilkan penyelesaian yudisial.

“Sekarang ada usulan baru yang sekarang digodok Komnas HAM, KSP, Kemenkumham dan Menko Polhukam, yaitu satu tim kepresidenan di bawah Menko nanti, tidak langsung ke presiden, di bawah Menko Polhukam untuk penyelesaian yang nonyudisial,” lanjut Taufan.

Taufan menyebutkan dari kasus kasus yang mendapat atensi publik salah satunya adalah kasus penembakan yang menewaskan empat laskar FPI. Publik mempertanyakan sejauh mana proses hukum terhadap para terduga pelaku.

Publik juga menginginkan penegasan apakah kasus ini masuk pelanggaran HAM berat atau tidak. Menurut Taufan, sampai sekarang Komnas HAM belum menemukan dugaan pelanggaran HAM berat dalam kasus ini.

Yang ada adalah adanya peristiwa unlawful killing terhadap 4 laskar. Namun proses hukum tetap berjalan.

Selanjutnya ia juga menyebut kasus penyerangan Masjid Ahmadiyah di Sintang jadi perhatian. Dia menyebut proses hukum sudah berjalan.

Untuk kasus ini disebutkan Taufan harus diselesaikan bukan hanya pada pendekatan hukum. Tapi juga sosial budaya. Karena ada ekses sensitif berbau SARA pada kasus ini.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button