Kontroversi Legalisasi Miras

Ketua PW Masika ICMI Sulsel Desak Pemerintah Lebih Fokus Basmi Covid-19

Baaca.id, MAKASSAR – Satu lagi kebijakan Presiden RI, Joko Widodo yang menimbulkan kontroversi. Yakni, terkait legalisasi minuman keras (miras).

Mantan wali Kota Surakarta itu telah meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal per 2 Gebruari 2021.

Perpres tersebut merupakan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Ini tercantum dalam lampiran III Perpres, yakni soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Bidang usaha miras termasuk di dalamnya.

Munculnya perpres tersebut mengundang sorotan negatif dari Pengurus Wilayah (PW) Masika ICMI Sulsel. Pemerintah pusat diminta untuk meninjau ulang legalisasi miras. Ditegaskan, perperes tersebut hal yang keliru. Terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Ketua PW Masika ICMI Sulsel, drg Ardiansyah S Pawinru pun mendesak pemerintah agar lebih fokus pada penyelesaian virus yang bermula dari Wuhan, Cina itu.

Ketua PW Masika ICMI Sulsel, drg Ardiansyah S Pawinru.

“Baiknya fokus dulu (penanganan Covid-19). Sebab ini menyangkut kehidupan masyarakat,” tegas drg. Ardiansyah, Senin (1/3/2021).

Secara medis miras, menenggak miras bakal merusak kesehatan. Jika tak dikontrol, pengaruhnya bisa juga menyebabkan terjadinya kejahatan di tengah masyarakat.

Tak hanya, itu, kata Ardiansyah, miras juga berpotensi terjadinya kerumunan. Sehingga rawan menyebabkan penyebaran Covid-19.

“Miras juga akan banyak merusak secara mental dan fisik generasi muda ke depan. Juga dalam berbagai ajaran agama Miras ini haram dan tidak dibenarkan,” ujarnya.

“Data kejadian kejahatan yang disebabkan, karena mabuk miras cukup tinggi. Kita berharap ditinjau ulang,” imbuhnya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button