KPK Sebut Pembelian Jet Sky NA Cukup Bukti: Kita Tinggal Siapkan Tuntutan

Baaca.id, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pembelian jet sky Nurdin Abdullah senilai Rp797 juta sudah cukup bukti. KPK tinggal merampungkan hasil analisis untuk menyiapkan tuntutan.

Hal ini diutarakan Jaksa Penuntut Umum KPK, Siswandono Rabu kemarin. Ia mengakui, sejumlah saksi termasuk pengusaha Jet Sky, Yohannes Tyos sudah melengkapi bukti petunjuk dan bukti keterangan.

“Iya sudah, tinggal kita analisa,” ujar Siswandono kepada Wartawan.

Siswandono mengaku jika masalah Jetsky ini memang sarat dengan pencucian uang. Namun begitu dirinya enggan berkesimpulan terlalu cepat.

“Makanya saya bilang kita analisa dulu, kita lihat nantinya. Yang jelas bukti dan petunjuk teman-teman sudah lihat dalam sidang,” jelasnya lagi.

Diketahui sebelumnya KPK turut menyita 2 unit jetsky dan dua buah mesin speedboat. Diduga pembelian itu bersumber dari uang hasil suap.

Fathul Fauzi anak Nurdin Abdullah dalam kesaksiannya 12 Agustus lalu mengatakan dirinya memang melakukan transaksi pembelian dua unit jetsky dan mesin speedboat pada Irham Samad, karyawan Jetsky Safari milik Yohannes Tyos dengan harga Rp797 juta dan dua unit mesin speedboat sebesar Rp550 juta.

Setelah berkomunikasi, Fathul dan Irham bertemu membahas pembelian dua unit jet ski. Menurut Fathul, transaksi pembelian jet ski diserahkan ke Ardi sebagai kepala kantor bank pelat merah cabang Panakukkang.

“Tapi saya tidak pernah melihat uang itu, saya hubungi saja Pak Ardi bahwa nanti berhubungan dengan Pak Irham untuk transaksi pembelian jetski. Hanya saya menghubungkan mereka untuk komunikasi,” ujarnya kala itu.

Lebih lanjut, Fathul mengatakan dirinya juga diminta membeli dua unit mesin speedboat. Untuk pembelian ini, ia menghubungi Erik Horas, seorang pengusaha sekaligus penyedia alat transportasi laut.

“Harga pertamanya itu, Rp260 juta. Dua unit kurang lebih harganya Rp550 juta,” katanya.

Sementara itu berdasarkan keterangan Yohanis Tyos, diketahui dirinya memang memberi cash back pada Fathul. Sekitar 48 juta.

“Saya sudah hitung pak. Kebetulan juga kita hanya mau habiskan stok. Makanya memang ada saya berikan cashback,” tukasnya di hadapan Majelis Hakim.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button