Kritik Nadim Makarim, Legislator DPR: Mas Menteri Coba Belajar Dulu Tata Aturan Perundangan Negara

Pembentukan Badan Baru Pengganti BSNP Dinilai Tindakan Ceroboh

Baaca.id, JAKARTA – Buntut pembubaran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim disorot.

Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah menyatakan, sebagai badan mandiri, BSNP bukan hanya untuk Kemendikdbudristek, melainkan juga bagi dunia pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Penyelenggara pendidikan di negeri ini tidak hanya dinaungi oleh Kemendikbudristek. Ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian Agama, juga ada sekolah dan kampus di bawah Kementerian dan Lembaga lain, semisal sekolah dan kampus yang berada di bawah Kementerian Kesehatan,” katanya lewat keterangan tulis, Kamis (2/9/2021).

Dia pun minta Nadiem banyak belajar soal aturan sebelum menerbitkan regulasi yang buntutnya justru dianggap bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Mas Menteri coba belajar dulu soal tata aturan perundangan negara, nanya deh sama staf ahlinya sebelum keluarkan regulasi. Biar nggak bikin regulasi yang sembrono, labrak tata aturan. Amanah Undang-Undang mau dimentahkan sama Permendikbudristek, gimana ceritanya,” pungkasnya.

Diketahui, pembubaran BSNP itu melalui Permendikbudristek Nomor 28 Tahun 2021 tentang tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemendikbudristek. Selanjutnya, digantikan oleh badan standarisasi yang justru menginduk pada Kemendikbudristek.

Menurut Ledia, jika badan standarisasi Kemendikbudristek pengganti BSNP dimasukan pada unit kerja kementerian tersebut, maka wilayah kerjanya tak mencakup Kemenag.

Olehnya itu, ia menekankan bahwa pembentukan badan baru pengganti BSNP merupakan langkah yang tak berguna. Bahkan ditegaskan sebagai tindakan yang ceroboh.

“Membubarkan BSNP lalu membentuk badan baru yang mirip tapi berbedanya justru pada persoalan asasi, seperti cakupan, kemandirian dan bahkan melabrak tata aturan perundangan apa namanya kalau bukan mubazir dan sembrono?” seru Ledia. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button