Lagu Daerah Makassar : Anging Mamiri, Bermakna Kerinduan Mendalam

BAACA.ID, MAKASSAR – Lagu “Anging Mammiri” merupakan salah satu lagu daerah Makassar, yang sering kali dinyanyikan bahkan oleh orang luar Makassar.

Lagu daerah Makassar ini biasanya juga menjadi lagu pengiring tari  kreasi adat Sulawesi Selatan.

Lagu yang identik dengan kota Makassar ini memiliki lirik pertama “Anging Mamiri Kupasang” atau yang berarti “Angin mamiri yang saya pasang”. Tahu kah kamu apa makna dan arti dari lagu Anging Mammiri?

Lagu daerah Makassar, Anging Mammiri adalah ciptaan Bora Daeng Irate menceritakan tentang seorang wanita yang memendam rindu yang menggunung kepada kekasih hatinya yang jauh. Rasa rindu tersebut membuat dia tak tenang. Suatu saat, wanita itu berdiri di ujung jendela rumahnya dan melantunkan syair-syair yang berisikan kata sayang dan rindu, berharap kepada angin yang berhembus pesan tersebut sampai kepada sang kekasih.

Anging Mammiri menceritakan tentang seorang wanita yang memendam rindu yang menggunung kepada kekasih hatinya yang jauh. Rasa rindu tersebut membuat dia tak tenang. Suatu saat, wanita itu berdiri di ujung jendela rumahnya dan melantunkan syair-syair yang berisikan kata sayang dan rindu, berharap kepada angin yang berhembus pesan tersebut sampai kepada sang kekasih.

Lirik dan Arti Lagu Anging Mamiri

Lirik :

Anging mammiri kupasang

Pitujui tontonganna

Tusarroa takkaluppa

 

Ealue… Namangngu’rangi

Tutenayya.. Tutenayya Pa’risi’na (2x)

 

Battumi anging mammiri

Anging ngerang dinging dinging

Namalantang saribuku

 

Ealue… Mangerang nakku

Nalo’lorang.. Nalo’lorang je’ne mata (2x)

 

Anging mammiri kupasang

Pitujui tontonganna

Tusarroa takkaluppa

Arti :

Wahai angin yang bertiup semilir, aku menitip pesan

Sampaikanlah hingga ke jendela rumahnya

Pada dia yang sering melupakan

 

Eaule… Hingga dia dapat teringat

Si dia yang tak pernah susah

 

Datanglah wahai angin yang bertiup semilir

Angin yang membawa rasa dingin

Yang menusuk hingga ke sumsum tulang

 

Eaule… yang membawa perasaan rindu

Yang menhanyutkan, yang menganyutkan air mata.

 

Wahai angin yang bertiup semilir, aku menitip pesan

Sampaikanlah hingga ke jendela rumahnya

Pada dia yang sering melupakan. (cc)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button