Mengenal Lagu Makassar Iwan Tompo

Baaca.id — Siapa yang tidak mengenal lagu Makassar yang berjudul Salmarani, Cora Keteng, hingga Wae Mata Bawang ini. Tiga lagu tersebut merupakan lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi Iwan Tompo.

Diketahui Iwan Tompo, sang penyanyi maestro dari Makassar menciptakan ratusan lagu daerah khas Makassar.

Sebelum mengenal lagu Makassar Iwan Tompo Anda baiknya mengetahui bagaimana sosok beliau dari latar belakang sampai menjadi penyanyi populer pada masanya.

Mengenal Dekat Sosok Iwan Tompo

Iwan Tompo adalah salah satu penyanyi asal dari Makassar, lahir pada 6 September 1956, terkenal dengan sebutan sang maestro lagu-lagu Makassar. Ia lahir dari pasangan Abdullah Tompo dan Saripa, dan merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang ekonomi pas-pasan, ayahnya bekerja sebagai jasa kopra atau jasa penjual hasil bumi.

Perjalanan Karir

Sejak kecil, memiliki kemampuan bakat bernyanyi  dan Ia tunjukkan pada sekolah SMP sekitar umur 14 tahun. Awal karier Iwan Tompo bermula bergabung dalam sebuah band Biston yang beranggotakan Edi Coman sebagai pemain keyboard.

Lalu, Maman bermain di drum, Iwan Tompo sebagai gitaris dan Udin bertindak sebagai vokalis. Mereka biasanya menyanyikan lagu-lagu dari Deep Purple dan The Beatles.

Iwan Tompo dalam perjalanan karirnya lebih banyak mengisi berbagai acara. Suaranya yang merdu dan khas cengkok Makassar membuatnya semakin populer.

Sering Pindah Studio Rekaman

Hal yang menarik dalam perjalanan karirnya, Iwan Tompo sering pindah-pindah studio rekaman musik di beberapa studio kota di Makassar.

Keputusan sering berpindah-pindah studio rekaman musik itu dilakukan untuk bisa memberikan kontribusi di bidang musik.

Terbukti, tahun 1976 Ia berhasil membuat sejumlah lagu-lagu Bugis. Lagu-lagu tersebut antara lain lagu-lagu yang telah disebutkan pada awal paragraph pertama artikel ini.

Tahun berikutnya Ia kembali memutuskan hijrah ke Libel Record yang beralamat di jalan Kalimantan 46A, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar tahun 1980.

Di Libel Record menjadi awal kesuksesan lagu Makassar Iwan Tompo yang saat itu memproduksi album dalam bentuk CD dan VCD layak jual. Saat itu, Iwan Tompo dikontrak selama 20 tahun.

Beberapa tahun kemudian, ia pindah ke Irama Baru Record. Namun, rupanya keputusan pindah ke label rekaman baru membawa nama Irama Baru Record naik beberapa tahun yang lalu.

Pada saat inilah irama baru record kembali menorehkan prestasi dengan lahirnya lagu-lagu Makassar Iwan Tompo yang bertema jenaka.

Lagu-lagu tersebut masih memakai bahasa dan dialek bahasa Bugis-Makassar salah satunya lagu Garring Apami Inona.

Baca Juga:

Lagu Makassar Iwan Tompo

Diketahui, sudah 500 lebih lagu-lagu ciptaan Iwan Tompo hingga akhir hayatnya. Selama 40 tahun, Iwan Tompo setia menyanyikan dan menciptakan lagu-lagu Bugis-Makassar, berikut ini beberapa lagu Makassar Iwan Tompo:

Bangkenga Cini

Massing-massing ji ikatte, a’boya ri tallasatta/

Nujunjung Kamma,sunggu nu anna rilino/

Tena Antu na tuli te’ne, nikana sare anne ri lino/

Bangkenga Cini, sisambe mange riolo.

Artinya:

Kita semua mencari hidup/

Mengapa kamu begitu menyanjung kehidupanmu di dunia/

Tidak selamanya kehidupan dunia ini manis/

Lihat kaki, yang melangkah secara bergantian/

Bangkenga Cini merupakan lagu Makassar Iwan Tompo yang diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh Iwan Tompo.

Syair dalam lagu Makassar Iwan Tompo berjudul Bangkenga Cini merupakan perumpamaan dua kaki melangkah bergantian, seperti kehidupan yang kadang di bawah, terkadang di atas

Lagu Makassar Iwan Tompo yang lain berjudul Kelong Pangngu’rangi yang dinyanyikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Kelong Pangngu’rangi menceritakan tentang kepergian seorang yang sangat dicintainya.

Ada sekitar 400 lagu lebih hasil karya Iwan Tompo bertemakan seni budaya masyarakat Bugis Makassar beberapa di antaranya: Ammaciang, Batara, Bunting Berupa, Baru Rikau, dan ratusan lainnya yang indah menginspirasi.

Bahkan menariknya, sejumlah lagu Makassar Iwan Tompo telah go internasional hingga Malaysia dan Singapura. Salah satunya adalah lagunya yang berjudul Ati Raja.

Iwan Tompo Berkarir semenjak tahun 1970-an dan telah menghasilkan kurang lebih  500 lagu. Penyakit komplikasi diabetes dan jantung menyebabkan ia tutup usia tepat tanggal 23 Mei 2013 di usia 60 tahun.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button