Larangan Mudik, Sopir di Bone: Mau Ambil Uang di Mana untuk Bayar Cicilan Mobil?

Baaca.id, BONE — Mulai hari ini, Sabtu (1/5/2021), Pemerintah Kabupaten Bone menjaga ketat perbatasan. Mereka mendirikan posko-posko di titik pintu masuk wilayah Kabupaten Bone.

Kebijakan itu terkait adanya instruksi dari pemerintah pusat yang melarang mudik lebaran untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Pemberlakuan penjagaan ketat di sejumlah titik masuk wilayah Kabupaten Bone ini mengalami dampak terhadap masyarakat. Terutama para sopir angkutan umum jurusan Makassar-Bone.

Salah seorang sopir angkutan umum jurusan Bone-Makassar, Alim mengaku telah mengetahui larangan tersebut. Dia pun merasa jika kebijakan itu sangat merugikan dirinya.

“Jadi bagaimana dengan nasib kami para sopir yang sehari-harinya hanya mencari penumpang untuk menghidupi keluarga? Belum lagi pembayaran cicilan mobil yang kita pakai, kita mau ambil uang di mana kalau tidak mencari penumpang?” keluhnya.

Menurut Alim, momen seperti inilah biasanya dia mendapatkan penghasilan. “Kalau bukan waktu mudik, terkadang satu penumpang saja susah didapat. Jadi kalau dilarang mudik, apa mau dimuat,” tambah Alim.

Terkait hal tersebut, salah seorang anggota DPRD Bone, Fahri Rusli mengatakan, pada dasarnya, kebijakan ini menyiksa masyarakat. Penutupan seperti itu membuat sejumlah aspek berpengaruh terutama di sektor perekonomian.

“Jadi sebaiknya dicarikan solusinya,” ujar Fahri yang juga merupakan Ketua Bepemperda Bone.

Lebih jauh, legislator Partai Gerindra ini menjelaskan, sehubungan dengan RPJMD yang ditetapkan beberapa hari lalu, pemerintah fokus pada pemulihan perekonomian.

Fahri juga mengatakan, seharusnya pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan menyiapkan alat perlengkapan rapid test antigen di setiap posko penjagaan. Jadi, ketika ada orang yang melintas tidak memiliki surat keterangan telah dirapid, maka dirapid di posko.

“Jangan disuruh balik lagi, itu bukan solusi. Jadi saya berharap pemerintah mempertimbangkan jangan sampai larangan ini akan memunculkan masalah baru dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Bone,” tutur Fahri. (sul)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button