Mahfud MD Tekankan Jangan Terburu-buru Tetapkan ODGJ buat Pembakar Mimbar Masjid

Baaca.Id, JAKARTA – Insiden pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar memancing perhatian Menko Polhukam Mahfud MD. Ia menegaskan, usut tuntas kasus tersebut.

Dalam upaya pengusutan perkara tersebut, Mahfud menekankan kepada aparat kepolisian maupun pihak terkait lainnya agar tidak terburu-buru menetapkan bahwa pelaku merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

“Saya berharap seperti yang sudah-sudah, maka pemeriksaan ini harus tuntas dan terbuka. Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah,” tegas dia, Minggu (26/9/2021).
.

Pemerintah, kata Mahfud, tak sepakat jika pelaku pengerusakan tempat ibadah langsung dinyatakan sebagai ODGJ.

“Dibawa saja ke pengadilan agar terungkap kalau memang gila atau sakit jiwa pelakunya biar pengadilan yang memutuskan,” ujar dia.

Jauh sebelum pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar, masyarakat Indonesia juga digemparkan dengan insiden penikaman ustaz maupun pendakwah. Hal dikhawatirkan menimbulkan anggapan kriminalisasi terhadap ulama semakin meningkat.

Karenanya, Mahfud yang juga mantan pimpinan Mahkamah Konstitusi RI periode 2008–2013 itu mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan isu kriminalisasi ulama.

“Kita semua hati-hati. Aparat hati-hati, masyarakat juga hati-hati. Jangan terprovokasi. Kita ini harus menjaga keutuhan dan kedamaian di negara ini,” imbaunya.

Mahfud pun meluruskan, istilah kriminalisasi kepada ulama itu berarti ustaz atau tokoh agama dituduh melakukan tindakan kriminal. Padahal yang banyak terjadi adalah, mereka tidak melakukan kegiatan apapun.

“Yang terjadi belakangan ini justru orang yang disebut ustaz atau tokoh, atau tempat ibadah itu menjadi korban dari sebuah kegiatan kriminal yang nyata. Sehingga, tidak bisa dianggap kriminalisasi terhadap tokoh agama,” jelasnya.

Yang terpenting, sambung Mahfud, aparat di pusat dan di daerah mesti lebih meningkatkan pengawasan dan kesiapsiagaan untuk menjaga keamanan. Termasuk di rumah-rumah ibadah, tokoh agama, fasilitas keagamaan, fasilitas publik lainnya.

“Masa sekarang ini, masa yang biasanya kalau menjelang atau di sekitar bulan September selalu ramai dengan isu-isu seperti ini, supaya dijaga dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Seperti diberitakan Baaca.id sebelumnya, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana pun meminta kepada masyarakat, khususnya di Makassar agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang beredar usai inisiden pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar.

“Jangan terpancing serta termakan isu-isu hoaks terkait kasus yang terjadi di Masjid Raya Makassar hari ini,” imbau Witnu. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button