Marak Penyerangan Ustaz, “Bodyguard Ulama” Dibentuk

Baaca.id, PONTIANAK — Beberapa pekan terakhir, marak terjadi kasus penyerangan terhadap ulama dan ustaz di sejumlah daerah. Ini sangat membahayakan bagi para ulama.

Terkait hal itu, sejumlah warga di Pontianak, Kalimantan Barat membentuk komunitas yang terdiri dari orang-orang berbadan kekar dan tegap dengan tujuan melindungi aktivitas dakwah para ulama.

Hal ini diketahui saat salah seorang penceramah, Haikal Hassan yang akrab disapa dengan sebutan Babeh Haikal mengumumkan bahwa telah terbentuk satu komunitas pelindung ulama bernama “Bodyguard Ulama”.

Babeh Haikal menyampaikan pengumuman itu melalui akun resmi instagramnya, @haikalhassan_quote. Di situ Babeh Haikal memperlihatkan dirinya berada di tengah-tengah 10 pemuda berbadan kekar sambil memuji keberadaan mereka sebagai bentuk ikhtiar melindungi aktivitas dakwah.

“‘Bodyguard Ulama’ adalah komunitas yang sedang dijalankan saat ini. Bermula di Pontianak dan akan meluas ke semua daerah,” tulis Babeh Haikal dalam caption unggahannya itu.

Babeh Haikal juga menyebut kehadiran pemuda-pemuda kekar ini menimbulkan rasa aman mengingat kasus penyerangan terhadap alim ulama dan ustaz kembali marak.

“Berulang kali, ulama, ustadz, kyai, habib, ada yang ditendang, ditusuk, ditembak, dikeroyok, disakiti. Insyaallah ini (bodyguard ulama) bagian daripada ikhtiar,” ujar Haikal dalam video unggahannya.

“Alhamdulillah yang jagainnya luar biasa ini. Mereka adalah orang-orang yang berikhtiar menjaga alim ulama,” tambah Haikal

Haikal mendorong agar komunitas bodyguard ulama serupa bisa dibentuk di wilayah lain mengingat banyaknya kasus penyerangan terhadap ulama saat beraktivitas.

“Di setiap daerah harus ada yang seperti ini, apa namanya?,” seru Haikal menunggu respon.

“Bodyguard Ulama! Otot kawat, tulang besi, cinta sholawat, rajin mengaji!” sambut para pemuda kekar yang berdiri di belakang Haikal.

Belum ada informasi lebih lanjut, apakah wacana pembentukan bodyguard ulama di wilayah lain akan terlaksana dalam waktu singkat atau tidak.

Sebelumnya kasus penyerangan terhadap ustaz belakangan marak terjadi, seperti penembakan terhadap ustaz Arman, seorang ketua majelis taklim di Tangerang Selatan, Banten dan pemukulan terhadap ustaz Chaniago di Batam, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button