Masjid Al-Aqsa Diserang Polisi Israel Saat Sedang Salat Tarawih

Baaca.id, YERUSALEM — Polisi pendudukan Israel melepaskan tembakan peluru karet dan granat kejut ke warga Palestina yang tengah melaksanakan ibadah salat tarawih di komplek Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5) malam.

Polisi Israel bahkan menggunakan peluru karet dan granat kejut. Sementara warga Palestina menggunakan batu melawan aparat.

Bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa diawali oleh aksi warga Palestina memprotes potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina yang tanahnya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Kemarahan warga Palestina memuncak setelah sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan distrik Yerusalem memutuskan tanah yang menjadi tempat tinggal mereka secara legal dimiliki para pemukim Yahudi. Sengketa tanah di Sheikh Jarrah itu telah memicu pertikaian selama bertahun-tahun.

Pejabat Masjid Al-Aqsa meneriakkan agar semua pihak tetap tenang. “Polisi harus segera berhenti menembakkan granat kejut ke arah jemaah, dan kaum muda harus tenang dan diam!” tegas pejabat Al-Aqsa saat kejadian berlangsung.

Laporan paramedis menyebut 200 warga Palestina luka dalam kejadian itu. Mereka dirawat ke rumah sakit setelah terkena peluru karet oleh Bulan Sabit Merah Palestina.

Sementara itu, polisi Israel menyebut Palestina membahayakan personilnya. Juru bicara kepolisian Israel menyebut warga melemparkan batu, kembang api dan benda-benda lainnya ke arah polisi dan menyebabkan enam terluka.

“Kami akan merespons dengan tegas setiap gangguan kekerasan, kerusuhan atau tindakan membahayakan personel kami, dan akan berupaya mencari pihak yang bertanggung jawab dan mengadili mereka,” tegas juru bicara Kepolisian Israel tersebut.”

Sementara itu AS dan Eropa menyerukan kedua belah pihak menahan diri. Sementara Iran mengecam keras tindakan yang dilakukan di Masjid Al-Aqsa dan menyebutnya ‘kejahatan perang’.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga buka suara. Melansir AFP ia menyebut Israel sebagai negara teroris.

“Israel, negara teroris yang kejam, menyerang Muslim di Yerusalem dengan cara yang biadab tanpa etika,” kata Erdogan.

Hingga Sabtu (8/5/2021) kekerasan masih terjadi. Polisi Israel menembakkan meriam air dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina di Yerusalem timur sehari setelah bentrokan sengit di masjid Al-Aqsa.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button