Amirul Mukminin, Masjid Terapung Pertama di Indonesia

Masjid Amirul Mukminin, Masjid Terapung Makassar yang indah dan dijadikan sebagai salah satu Ikon Kota Makassar

BAACA.ID, MAKASSAR – Masjid merupakan tempat beribadah umat Muslim. Segabai tempat suci umat Muslim, masjid dirancang khusus sebagai simbol keagungan dalam menyembah Allah. Desain dan arsitektur indah sering kali dijumpai pada bangunan-bangunan rumah beribadah, tak terkecuali masjid.

Masjid terapung adalah salah satu rancangan masjid yang dibangun dekat dengan air yang menakjubkan dan terlihat sangat megah yang akan memikat hati siapapun yang melihat.

Ada banyak masjid-masjid terapung yang indah di seluruh dunia, dan salah satunya berada di Makassar yaitu Masjid Amirul Mukminin, masjid ini diklaim sebagai masjid terapung pertama di Indonesia yang sangat indah dan mempesona.

Masjid Amirul Mukminin terletak di sekitaran Pantai Losari, jika sebelumnya Pantai Losari hanya dikenal dengan wisata pantai serta kuliner Pisang Epenya. Saat ini para wisatawan bisa berwisata religi dengan mengunjugi masjid tersebut.

Makassar adalah kota yang penduduknya mayoritas muslim, tak heran jika banyak sekali masjid yang dibangun dengan megah dan elok, termasuk Masjid Amirul Mukminin yang didampingi dengan menara menjulang seakan menyentuh langit dan membuatnya makin anggun.

Masjid terapung Makassar ini dibangun pada tahun 2009 dan menjadi kebanggaan masyarakat Makassar. Dan diresmikan oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla pada tahun 2012.

Masjid yang mengusung desain modern dengan kombinasi warna abu-abu serta putih membuat masjid mungil ini begitu manis berdiri di pinggir Pantai losari yang menjadi ikon kota Makassar

Masjid ini dibangun di atas tumpukan beton yang didorong hingga ke dasar laut sebagai pondasinya.

Masjid terapung Makassar ini memiliki bentuk bangunan yang menyerupai rumah panggung yang membuat bangunannya terlihat seperti rumah tradisional suku Bugis-Makassar.

Hal tersebut membuktikan walau memiliki konsep modern tetapi tak meninggalkan tradisinya sedikitpun.

Ketika dilihat dari jauh masjid terapung Makassar ini terlihat mencolok dan kokoh bersanding dengan semesta yang tak kalah indahnya.

Masjid-masjid Terapung di Dunia

  1. Masjid Al-Rahma, Jeddah

Masjid Al Rahma didirikan di Laut Merah, Jeddah. Masjid ini didirikan di tepi Corniche Jeddah sekitar 36 tahun silam, yaitu pada tahun 1985.

Masjid seluas 2.400 persegi ini mampu menampung seluruh jamaah haji dan umroh di seluruh dunia.

Masjid  terapung ini memiliki 52 kubah luar selain kubah utama dan 56 jendela yang dirancang bergaya islami.

Masjid yang memiliki nama lain Masjid Fatima Al-Zahra ini menjadi destinasi favorit para jamaah haji dan umroh.

  1. Masjid Ortakoy, Istanbul

Masjid terapung ini merupakan salah satu masjid tertua di Istanbul, Turki. Masjid ini didirikan sekitar tahun 1854 oleh Sultan Abdulmecid I di dekat Laut Marmara.

Masjid terapung ini memiliki nama lain Büyük Mecidiye Camii (Masjid Agung Kekaisaran Sultan Abdülmecid).

Ketika berada di Masjid ini kita dapat melihat Pemandangan selat Bosorpus yang memikat hati, sehingga membuat masjid ini menjadi destinasi wisata turis lokal maupun mancanegara.

  1. Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Brunei Darussalam

Masjid terapung ini adalah milik kerajaan Kesultanan Brunei Darussalam yang sangat indah dan mengagumkan.

Masjid ini memiliki daya tarik yang membuat nya dinobatkan menjadi salah satu masjid paling indah di Asia Pasifik.

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin ini di bangun tepat di tepi sungai dan rancangan bangunannya memikat hati para turis.

Pembangunan masjid ini memakan waktu empat tahun, arsitektur Masjid ini dirancang dengan perpaduan antara Italia dan Mughal. Kolam Air, taman dan lapangan memperindah kemegahan masjid tersebut.

  1. Masjid Hassan II, Maroko

Masjid terapung ini adalah tempat sujud terbesar di Afrika. Di dunia, bangunan ini masuk ke dalam 10 masjid terbesar.

Majid Hasan II memiliki menara yang menjulang tinggi hingga 210 meter (689 kaki). Dibangun pada tahun 1993 dan di desain oleh Michael Pinseau arsitek asal Prancis.

Ketika malam hari, menara Masjid Hasan II bak bermandikan cahaya di tengah kegelapan langit yang bertabut titik-titk cahaya bintang.

Masjid megah ini membutuhkan waktu sepuluh tahun dalam proses pembangunannya.

Orang-orang yang shalat dalam masjid ini akan menghadapkan wajahnya ke Samudera Atlantik. Penumpang kapal yang membelah samudra ini juga dapat menyakasikan menara megah Masjid Hasan II dari kejauhan. (cc)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button