Fungsi dan Cara Kerja Mekanisme Katup

Baaca.id – Mekanisme katup merupakan sistem buat menggerakkan katup baik secara manual ataupun hidrolis.

Dalam jangka waktu tertentu mekanisme tersebut wajib di standarkan lagi, ataupun di setel ulang supaya tenaga mesin kembali seperti semula, sebab mekanisme katup mengendalikan waktu untuk katup terbuka.

Meski engine berbalik dalam kecepatan optimal, katup tidak akan salah membuka ataupun menutup.

Secara desain, keberadaan mekanisme katup pasti saja membuat mesin nampak lebih rumit. Sebab butuh satu rangkaian roda gigi dari crankshaft ke camshaft.

Mekanisme katup cuma ada pada mesin 4 tak. Pada mesin 2 tak, saluran keluar masuk hawa ke dalam ruang bakar diatur langsung oleh piston. Dengan kata lain bilik piston yang hendak menutup saluran intake serta exhaust.

Sedangkan pada mesin 4 tak, hawa disuplai dari kepala silinder, sehingga butuh suatu mekanisme yang disebut Valve Mechanism.

Baca Juga:

Tipe-tipe Mekanisme Katup

Dilihat dari konstruksinya, hingga secara garis besar mekanisme katup dipecah jadi 2 berbagai, ialah:

1. Mekanisme OHV

OHV (Overhead Valve) merupakan suatu rangkaian katup dengan camshaft yang terletak di dalam blok silinder.

Secara desain memanglah rumit, sebab camshaft yang langsung tersambung dengan roda gigi sproket crankshaft wajib memencet valve lifter serta pushrod saat sebelum menggerakan katup.

Sehingga kurang efektif. Perihal inilah yang menjadikan mekanisme ini telah tidak lagi dipakai dalam mesin mobil.

2. Mekanisme OHC

OHC (Overhead Camshaft) merupakan rangkaian katup dengan camshaft yang terletak pada kepala silinder buat memencet katup secara langsung tanpa lewat pushrod.

Sistem OHC diciptakan buat mengambil alih OHV yang dinilai rumit serta kurang efektif. Katup OHC sendiri dipecah mejadi 2 tipe:

  • SOHC (Single Overhead Camshaft) Cuma mempunyai suatu camshaft buat memencet katup hirup serta katup buang. Umumnya ditemui pada mesin sepeda motor.
  • DOHC (Double – Overhead Camshaft) Mempunyai 2 buah camshaft yang tiap- tiap memencet katup hirup serta katup buang. Umumnya, mesin dengan katup DOHC dikonfigurasikan dengan 4 buah katup dalam satu silinder. sistem ini banyak ditemui pada mesin mobil kekinian.

Cara Kerja Mekanisme Katup

Tadinya, kita sempat mangulas bagian bagian mekanisme katup. Saat ini kitaakan mangulas gimana mekanisme katup itu bekerja, langsung saja ikuti pembahasannya di bawah.

1. Cara Kerja Katup OHV

  • Dikala poros engkol berbalik, gigi sproket pada crankshaft hendak memutar gigi sproket poros nok. Dampaknya poros nok turut berbalik sepanjang poros engkol berbalik.
  • Pada putaran poros nok hendak memutas cam ataupun benjolan, kala benjolan tersebut memegang valve lifter hingga valve lifter hendak terangkat.
  • Push rod hendak menghubungkan gerakan valve lifter ke rocker arm.
  • Dampaknya terjalin dampak ayunan, kala ujung rocker arm terangkat, hingga ujung lainya aka memencet katup.
  • Dikala katup tertekan rocker arm, hingga katup hendak terbuka.
  • Kala tekanan dari rocker arm usai, pegas katup hendak mengembalikan posisi katup ke semula.

2. Metode Kerja katup OHC

Pada katup OHC, pula prinsipnya sama kala poros engkol berbalik hingga poros nok turut berbalik. Tetapi sebab poros nok terletak di kepala silinder, hingga dibutuhkan suatu belt ataupun chain buat menghubungkan putaran kedua poros.

Dikala poros nok berbalik, hingga benjolan hendak langsung memencet rocker arm. Serta kala benjolan tersebut berbalik, hingga pegas katup hendak mengembalikan posisi valve ke semula.

Pada sebagian jenis, umumnya OHC dilengkapi dengan rocker arm yang terletak diantara valve serta cam. Gunanya selaku pengatur celah katup dengan tata cara HLA (Hydraulic Lash Adjuster).

Berikutnya, mekanisme katup hendak bekerja secara otomatis sepanjang mesin poros engkol berbalik. Letak posisi ikatan camshaft tidak sembarangan, umumnya terdapat penempatan timing khsusus yang bertujuan buat menjauhi timing missed.

Ketika timing katup tidak cocok, hingga katup hendak membuka tidak pada saatnya. Dampaknya bukan cuma mesin yang tidak hidup, tetapi komponen mekanisme katup pula berpotensi rusak.

Memiliki jumlah mata gigi poros nok 2 kali lebih banyak dibanding jumlah mata gigi poros engkol. Tujuannya, supaya dikala crankshaft berbalik 2 kali camshaft cuma berbalik sekali putaran. Kita ketahui sendiri, satu fase mesin 4 tidak terdiri dari 2 putaran engkol.

Tetapi pembukaan katup cuma berlangsung sekali pada satu fase. Maka konstruksi mekanisme katup terbuat dengan perbandingan 1: 2 (satu putaran camshaft = 2 putaran engkol).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button