Menkeu Sebut Aturan Keuangan Upayakan Tekan Kesenjangan Ekonomi

Baaca.id, JAKARTA – Aturan terkait keuangan di Indonesia diupayakan dapat mengurangi distorsi maupun ketidakseimbangan di tingkat ekonomi msyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyatakan, upaya tersebut merupakan salah satu cara untuk mengurangi kesenjangan ekonomi antar generasi.

Dikatakan, untuk mencapai hal itu tentu perlu dukungan dari keuangan negara. Juga intervensi pemerintah.

Sebagai salah satu yang jadi perhatian adalah penjaminan terhadap kebutuhan dasar manusia. Sesuai pesan yang disampaikan Presiden RI, Joko Widodo, dalam hal ini kemampuan sumber daya manusia (SDM) menjadi aspek kritikal yang perlu diperhatikan.

“Jadi Indonesia menyalurkan banyak budget spending (pengeluaran anggaran) untuk human capital (modal manusia), di antara tiga aspek, kesehatan, pendidikan, dan keamanan sosial,” katanya.

“Untuk penggunaan di sektor kesehatan ada sekitar lebih dari 6 persen, pendidikan oleh konstitusi kita sudah dialokasikan 20 persen dari anggaran kita, dan keamanan sosial yang mencakup subsidi bagi keluarga miskin,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengatakan dalam upaya demokratisasi bisnis saat ini membuka peluang yang sama bagi seluruh pemilik bisnis. Yang dimaksud adalah terkait keadilan antara pelaku usaha.

“Makanya kenapa aturan dari pemerintah membuat aturan untuk menyetarakan dan menciptakan masyarakat yang adil. Ini bisa terlihat dari aturan reguler perpajakan, tapi ini juga mencerminkan nilai-nilai Islam,” katanya. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button