Menkop Desak UMKM Terus Berinovasi

Wujudkan Akselerasi Digitalisasi

Baaca.id, JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop-UKM), Teten Masduki mendesak para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) terus melakukan inovasi, dan menjaga optimisme.

Desakan tersebut guna merealisasikan target Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk mendigitalisasi 30 juta UMKM juga harus terus dikejar. Rupanya, saat ini baru ada 15,9 juta atau 24 persen UMKM yang masuk pasar digital.

Meski begitu ini merupakan pencapaian karena pertumbuhannya 99 persen dibandingkan awal tahun 2020. Sebab sebelum pandemi, UMKM Indonesia ragu untuk masuk pasar online.

Menkop-UKM, Teten Masduki. (int)

 

Sejalan dengan transformasi untuk mendigitalkan pasar, transaksi digital juga bisa digunakan sebagai pengganti agunan (jaminan) saat pelaku usaha mengajukan kredit pada perbankan.

“Sehingga bisa memudahkan untuk mendapatkan fasilitas kredit yang saat ini bukan lagi berbasis agunan tapi kepada track record digital dalam kesehatan usaha. Ini penting karena banyak UMKM yang sulit dapat aset yang diagunkan,” ungkap Teten dalam Webinar Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia, Selasa (5/10/2021).

Dikatakan, sudah saatnya akselerasi digitalisasi dipercepat. Sebab kontribusi ekonomi digital di Indonesia sudah sangat besar. Khususnya di e-commerce selama pandemi naik 54 persen. Artinya, lebih dari 3 juta transaksi terjadi setiap harinya.

“Saatnya kita sekarang mendorong percepatan atau akselerasi digitalisasi, ada lebih dari 3 juta transaksi per hari,” kata Teten.

Diungkapkan pula, di masa pandemi Covid-19 saat ini, pendapatan ekonomi digital Indonesia dapat mencapai USD44 miliar, setara Rp 64 triliun.

Dari sisi potensi, pada tahun 2025, ekonomi digital di Indonesia mencapai USD 124 miliar atau sekitar Rp 1.700 triliun. Besarnya potensi tersebut, kata Teten, harus dioptimalkan oleh orang Indonesia agar tidak diambil alih pihak lain. “Ini jangan sampai diambil alih dari luar,” kata dia.

Teten menilai digitalisasi UMKM perlu diperkuat agar UMKM Go Digital masuk dalam platform digital saja sekaligus meningkatkan produktivitas dan meningkatkan daya saing produksi.

Dengan begitu, UMKM Indonesia bisa menjadi pemain dunia. “Sehingga kita bisa berjaya di kelas digital,” harapTeten. (*)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button