Harus Jeli, Amati Merek Sarden yang Tidak Mengandung Cacing

Baaca.id — Sebelum mengulas merek sarden yang tidak mengandung cacing, perlu juga diketahui perbedaan antara ikan makarel dan ikan sarden, karena perbedaan ini akan terkait dengan merek sarden yang tidak mengandung cacing.

Salah Persepsi

Belum lama ini publik dikejutkan dengan beredarnya sejumlah merek sarden atau makanan kaleng yang mengandung cacing.

Akibat temuan ini pula, beberapa produk makanan kaleng langsung di tarik dari pasaran dan, konsumsi makanan kaleng ini anjlok drastis.

Padahal, jika ditelisik ternyata terdapat informasi yang salah terkait adanya temuan makanan kaleng sarden yang tidak ataupun mengandung cacing.

Baca Juga: “Cintamu Sepahit Minuman Topi Miring”, Korelasi Puisi dan Bahayanya Minuman Keras

Simpang siur terkait merek sarden yang mengandung cacing terus menjadi perbincangan. Sebenarnya, terdapat perbedaan antara ikan sarden dan ikan makarel yang ditarik dari peredaran karena mengandung cacing.

Hal ini pula sudah disampaikan oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan BPOM yang memastikan bahwa ikan sarden aman untuk dikonsumsi.

Temuan makanan kaleng yang mengandung cacing oleh BPOM hanya terdapat untuk ikan Makarel.

Yang jadi masalah, masyarakat terlanjur menganggap semua makanan kaleng adalah sarden. Akibatnya, ikan sarden yang seharusnya aman di konsumsi ikut terkena dampaknya.

Perbedaan Ikan Makarel dan Ikan Sarden

Ikan Makarel

Ikan Makarel memiliki famili yang sama dengan Tuna. Berat ikan yang memiliki ukuran antara 35-45 cm ini adalah 500 gram.

Ikan makarel juga memiliki karakteristik satu sirip yang pendek di punggung tengahnya. Dan dari segi warna, ikan ini cenderung dominan gelap dan berminyak. Daerah sebaran ikan ini, umumnya di daerah Jepang dan Eropa.

Ikan makarel yang dikemas dalam makanan kaleng menyerupai ikan sarden inilah yang belakangan ditemukan cacing di dalam kemasannya.

Ikan Sarden

Ikan sarden memiliki ukuran yang lebih kecil dari ikan Makarel, karenanya dalam tiap kemasan makanan kaleng akan dijumpai banyak ikan sarden. Sedangkan makanan kaleng berbasis ikan makarel umumnya lebih sedikit.

Jika ikan makarel hanya memiliki satu sirip, maka ikan sarden justru sebaliknya. Ada tujuh sirip dari ekor hingga punggung.

Ikan sarden tubuhnya lebih berwarna-warni dengan perut berwarna perak dan punggung hijau atau biru. Dengan wilayah sebaran diantarnya Inggris, Norwegia, Swedia, Denmark dan Finlandia.

Dari beberapa karakteristik kedua ikan itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dan ini pula terkait erat dengan cara pengolahan hingga ketahanan dari kedua jenis ikan ketika sudah menjadi makanan kaleng yang siap di masak.

Jeli Memilih Sarden yang Tidak Mengandung Cacing

Pada prinsipnya semua merek sarden tidak mengandung cacing. Ini berbeda dengan merek sarden atau makanan kaleng yang berbasis ikan makarel yang ditemukan mengandung cacing.

Baca Juga: Resep Sop Ubi Makassar, Makanan Khas Kota Daeng

Kita tentu pernah mengonsumsi makanan sarden. Terdapat beberapa merek sarden yang bisa kita jumpai di pasar atau warung. Sebut saja seperti merek Bottan, ABC dan Maya adalah merek makanan kaleng berbahan sarden yang tidak mengandung cacing.

Jenis makanan kaleng yang mengandung cacing ditemukan pada makanan kaleng berbahan ikan makarel karenanya pemerintah hanya melarang konsumsi ikan makarel dalam kemasan.

Dan terdapat tiga merek makanan kemasan berbahan ikan makarel yang mengandung cacing yakni; Hoki, IO dan Farmer Jack.

Dari penjelasan diatas, bisa ditarik kesimpulan jika semua merek sarden yang tidak mengandung cacing dan aman dikonsumsi.

Tips Memilih Sarden yang Aman

Meski demikian, prinsip kehati-hatian juga perlu dilakukan sebelum membeli makanan kaleng. Bukan hanya sekedar mencari merek sarden yang tidak mengandung cacing tapi juga tak membahayakan ketika dikonsumsi.

Berikut tips memilih makanan kaleng atau sarden yang tidak mengandung cacing atau layak konsumsi;

1. Periksa Kemasan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah memeriksa kemasan. Belilah makanan kaleng yang kemasannya tidak cacat.

2. Cek Izin Edar

Perhatikan izin edar makanan kaleng ataupun sarden yang hendak dibeli. Apakah sudah sesuai dengan peraturan dan memiliki izin dari instansi terkait termasuk sertifikasi halalnya.

3. Cek Kadaluarsa

Jangan pernah membeli makanan kemasan yang masa kadaluarsanya sudah dekat. Umumnya, tiap makanan kemasan memiliki masa kadaluarsa selama dua tahun dari sejak dipasarkan.

4. Lihat Kandungan dan Komposisi

Jangan pernah malas membaca kandungan dan komposisi tiap makanan kemasan. Jika sebelumnya terdapat temuan makanan kemasan berbahan ikan makarel yang mengandung cacing sebaiknya dihindari.

5. Penyimpanan

Umumnya tiap makanan kemasan memiliki metode penyimpanan tertentu seperti harus di suhu yang rendah atau suhu biasa. Lakukan penyimpanan yang disesuaikan dengan rekomendasi penyimpanan yang ada dalam tiap kemasan.

 



Related Articles

Back to top button