Mulai Hari Ini, Masuk Indonesia Masa Karantina Dikurangi

Baaca.id, JAKARTA — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam surat edaran ini, Satgas Penanganan Covid-19 menetapkan bagi semua pelaku perjalanan internasional, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) wajib menjalani karantina saat tiba di Indonesia.

Terdapat perubahan pengaturan masa karantina dalam surat edaran ini. Sebelumnya, masa karantina ditetapkan 8×24 jam menjadi 5×24 jam untuk seluruh jenis pelaku perjalanan.

Selain itu, pelaku perjalanan internasional harus menunjukkan kartu/sertifikat vaksin dosis lengkap minimal 14 hari sebelum keberangkatan, dan dilampirkan dalam bahasa Inggris selain dengan bahasa negara asal.

Pelaku perjalanan internasional WNA dengan tujuan perjalanan wisata dapat masuk ke Indonesia melalui pintu masuk bandar udara (bandara) di Bali dan Kepulauan Riau. Selain bukti vaksin dan hasil RT-PCR maksimal 3×24 jam, pelaku perjalanan tersebut juga wajib melampirkan visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya yang berlaku untuk WNA, bukti kepemilikan asuransi senilai USD 100.000 yang menanggung pembiayaan untuk Covid-19, dan bukti pemesanan tempat akomodasi selama menetap di Indonesia.

Kebijakan tersebut efektif berlaku mulai 14 Oktober 2021 sampai waktu yang ditentukan kemudian. Kebijakan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan terakhir di lapangan atau hasil evaluasi dari kementerian/lembaga terkait.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Ganip Warsito dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (14/10/2021) mengatakan, surat edaran ini diterbitkan untuk menerapkan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan internasional pada masa pandemi Covid-19.

“Tujuannya untuk melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi dalam rangka mencegah terjadinya peningkatan penularan Covid-19,” kata Ganip.

Dengan diberlakukannya SE Nomor 20 Tahun 2021 itu, maka SE Nomor 18 Tahun 2021, Addendum Surat Edaran Nomor 18 tahun 2021, dan Addendum Kedua Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2021 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button