Musda KAI Berpolemik Andi Asrul Menyangkan Sikap Otoriter DPP

Baaca.id, BONE — Aswil Adi Tama resmi dilantik menjadi Ketua DPC Kongres Advokat Indonesia Kabupaten Bone Sulawesi Selatan melalui (Musda) Musyawarah Daerah digelar di Malino, pada Sabtu (3/7/21) kemarin dan menggantikan Andi Asrul Amri yang sebelumnya menjadi Ketua (KAI) Bone.

Musda ini sedikit diwarnai polemik dikarenakan tidak ada komunikasi serta pemberitahuan tentang adanya musda kepada Andi Asrul Amri yang sebelumnya menjadi Ketua DPC (KAI) Bone.

Ketua DPC (KAI) Bone Andi Asrul Amri menyangkan sikap Ketua DPD yang seolah-olah tidak memahami aturan sebuah organisasi.

“Seharusnya,kalaupun ada pergantian Ketua,pihak DPD memberi kesempatan untuk menggelar muscab dan tidak membawa persoalan pribadi dalam organisasi saya terpilih jadi Ketua KAI di tahun 2018 seharusnya sampai 2023,”jelasnya.

Mungkin Ketua DPD tersinggung sewaktu dia membawakan SK LBH tapi saya tolak dan memang SK tidak pernah diberikan akan tetapi saya yang dipilih jadi saya laksanakan.

“Bukan organisasi dong kalau main tunjuk begitukah caranya,otoriter dong,”kata Andi Asrul.

Terkait statusnya yang sekarang sebagai Wakil Ketua DPC KAI Bone Asrul mengaku tidak menerimah jabatan itu karena juga tanpa pemberitahuan sebelumnya dan menyayangkan organisasi KAI yang terkesan tidak profesional dalam pembentukan pengurus dan sikap otoriter DPP dalam menentukan pengurusan di Daerah

“Saya hanya mempersoalkan muscab yang tidak digelar kalau untuk kepengurusan KAI saya juga tidak berminat lagi,”tambah Andi Asrul Amri.

Sementara itu Ketua DPD KAI, Syamsuddin Nur, mengatakan hal ini telah sesuai prosedur karena pelantikannya serentak dengan DPC lainnya.

“Kan memang kemarin Andi Asrul itu ditunjuk ketua hanya secara lisan, yang tandatangan SK kan DPP, kami berharap Andi Asrul bisa memimpin¬† Bone, tapi ternyata tidak,”ungkapnya.

Kemarin memang belum ada yang di SK kan, hanya persiapan. Kita coba lakukan pendekatan tapi karena tidak harmonis.

“Dia lakukan kesalahan-kesalahan yang menurut DPD tidak etis dari segi organisasi dan person, ini soal etika”,tutur Syamsuddin.

Syamsuddin juga mengaku hubungannya dengan Ketua DPC kurang baik karena beberapa masalah, diantaranya terkait penolakan Andi Asrul menjadi Ketua LBH di Bone. Setelah melalui pertimbangan, Andi Asrul kemudian diberhentikan sepihak dan digantikan oleh rekan sesama pengacaranya, Asrul Adi Tama.

“Kemarin baru penjajakan, Andi Asrul terpeleset, ya kita ganti. Ini sudah sesuai prosedur, andaikan ada SK lalu diganti, itu melanggar anggaran dasar organisasi. Dia melakukan pembangkangan terhadap ketua DPD tapi karena dia masih anggota KAI jadi masih diakomodir sebagai wakil ketua KAI. Kalau mau keberatan, keberatan saja, itu hak dia”,kata Syamsuddin Nur.(Far)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button