Nyanyian H Momo: Sari Minta Rp1 M Atas Namakan Nurdin Abdullah

Baaca.id, MAKASSAR – Pengusaha H Momo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan suap Gubernur Sulsel nonaktif Nurdin Abdullah, Kamis (23/9/2021). H Momo membeberkan kronologi penyerahan uang Rp1 miliar kepada Sari Pudjiastuti.

H Momo menuturkan, ia dimintai uang Rp1 miliar oleh Sari Pudjiastuti dengan mengatasnamakan Nurdin Abdullah. Hal itu diutarakan Sari saat mereka bertemu di basement Hotel Claro, Makassar.

“Waktu itu Sari menyampaikan ke saya tolong bantu bapak Rp1 miliar. Saya iyakan,” terang H Momo.

Menyanggupi permintaan tersebut, H Momo selanjutnya meminta orang kepercayaannya AM Parakkassi Abidin untuk memberikan uang tersebut ke Sari Pudjiastuti. Parakkasi lalu mengatur pertemuan dengan Sari untuk menyerahkan uang itu.

Mereka bertemu di sebuah homestay. Parakkasi menyerahkan uang sebanyak Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu itu telah dikemas dalam dos air mineral.

Usai menerima uang, Sari Pudjiastuti tidak menyerahkannya ke Nurdin Abdullah. Uang dibawa ke salah satu rumah ponakannya di Kawasan perumahan Anging Mammiri.

Hal itu terungkap setelah JPU KPK menghadirkan sopir Sari Pudjiastuti bernama Fajar. Fajar menyebutkan jika dirinya saat itu memang mengangkut sebuah kardus bersama Sari Pudjiastuti.

Di mana dalam perjalanannya, Sari meminta dirinya untuk mengarahkan mobil menuju perumahan Anging mammiri, rumah ponakannya.

Tiba di sana, kata Fajar melalui spion dia melihat Sari mencari sesuatu di keset kaki di rumah ponakannya. Lalu ia memerintahkan agar kardus berisi uang itu diturunkan.

“Ibu Sari ajak saya ke Jl Hertasning. Ibu Sari bilang rumah ponakan di perumahan Anging Mamiri. Sampai disana, saya liat di spion mobil, Ibu Sari mencari sesuatu di bawah alas kaki setelah itu beliau berteriak perintahkan kasi turun kardus,” terang Fajar.

Mendengar keterangan ini, Nurdin Abdullah menimpali. Ia menyebut dirinya sama sekali tidak mengetahui soal permintaan uang Sari ke H Momo. Nurdin lalu diberi kesempatan bertanya ke H Momo.

“Saya ingin bertanya ke H Momo. Kira-kira pernah kita bertemu saya minta sesuatu dengan Pak Haji Momo?” tanya NA.

“Tidak pernah, pak,” jawab H Momo.

Selanjutnya NA bertanya lagi, “Apakah Anda pernah dengar dari orang lain kalau saya itu suka minta uang operasional?,” tanya NA.

Dan lagi-lagi H Momo menjawab tidak.
“Tidak pernah pak,”

Hakim Ketua, lantas angkat suara.

“Yah bagus ini, karena memang biasa ada anak buah yang meminta-minta dana atas nama kita (atasan). Tapi mengapa saudara (H Momo) tidak konfirmasi ke Pak NA terkait uang Rp1 miliar ke Bu Sari, dan SGD200.000 ke Syamsul Bahri atas permintaan Iqbal?,” tanya Hakim Ketua Ibrahim Palino pada Haji Momo.

H Momo lantas memiliki pendapat lain. Dia mengakui jika dirinya tidak melakukan klarifikasi lantaran orang-orang yang meminta uang tersebut, termasuk Sari Pudjiastuti, Iqbal dan lainnya adalah orang-orang kepercayaan Nurdin Abdullah.

“Pikiran saya, mereka adalah orang kepercayaan yang mulia,” tukasnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button