Pakar Nilai Kenaikan Harga BBM Bukti Pemerintah Tidak Hadir Bagi Masyarakat

BAACA.ID — Kenaikan harga Pertamax awal April kemarin dan rencana Pertalite kan dinaikkan juga dinilai sebagai bentuk ketidakseriusannya pemerintah. Hal ini diungkapkan Pengamat energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi, Ia sangat menyayangkan rencana pemerintah menaikkan harga Pertalite.

Fahmy menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 90 akan menimbulkan tekanan pada konsumsi masyarakat. Musababnya, rencana itu bergulir saat harga-harga komoditas pokok melejit.

“Kalau kenaikan (Pertalite) itu karena disesuaikan dengan harga keekonomian atau mekanisme pasarnya tanpa ada penambahan subsidi, ini pendekatan ekonomi yang liberal. Pemerintah tidak hadir sama sekali untuk masyarakat,” ujar Fahmy dilansir dari tempo.co Senin, 4 April 2022.

Ia mengatakan masyarakat dengan kelas menengah ke bawah serta yang berpenghasilan tetap akan menjadi kelompok yang paling terdampak kenaikan harga. Disebabkan mereka adalah konsumen utama BBM Pertalite. Apalagi konsumen Pertalite kini merupakan pasar terbesar BBM dengan porsi lebih dari 70 persen.

“Maka kalau kenaikan harga terjadi, ini akan berdampak ke kenaikan inflasi,” katanya.

Baca Juga:

Selain itu saat ini sudah waktunya pemerintah mengalihkan seluruh subsidi BBM Premium ke Pertalite. Dikarenakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah menetapkan Pertalite sebagai jenis bahan bakar minyak khusus penugasan. Maka, Pertalite yang dijual PT Pertamina (Persero) akan dapat disubsidi pemerintah. Ketetapan itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang JBKP.

“Jadi ini saat yang tepat hapus Premium untuk mengurangi beban pemerintah juga. Premium meski porsinya tinggal 5 persen, kalau dihapus dan subsidinya dialihkan ke Pertalite dan Solar akan lebih optimal,” ucapnya.

Wacana Pertalite akan naik harga diikuti LPG 3 kilogram ini sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut menuturkan kenaikan keduanya akan berlangsung secara bertahap.

Dia mengatakan pemerintah akan menghitung dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut. Meski demikian, Ia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana ini.

“Overall (secara keseluruhan) akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kilogram (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, bulan September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” katanya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button