Panti Rehabilitasi Penuh, Delapan PSK yang Sudah Terjaring Dipulangkan

Baaca.id, CIANJUR — Satpol PP Kabupaten Cianjur menggelar operasi Razia Penyakit Masyarakat (Pekat), Sabtu (18/9/2021) malam. Hasilnya, delapan perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) terjaring.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Cianjur, Severianus Triono Retno Juniswara mengungkapkan, kedelapan PSK tersebut diamankan dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Cianjur Kota, Karang Tengah, Sukaluyu, Mande dan Cikalong Kulon.

“Mereka diamankan dari beberapa tempat karaoke dan lokasi yang diduga dijadikan tempat seks komersial,” ujar Triono, Minggu (19/9/2021).

Triono membeberkan, pihaknya membagi dua tim untuk menyisir lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat asusila. Sehingga berhasil mengamankan delapan PSK kemudian digiring ke kantor Mako Satpol PP Cianjur.

Seperti yang dikutip dari tvOnenews.com, kedelapan perempuan yang terjaring razia pekat ini terpaksa dipulangkan kembali. Alasannya, panti rehabilitasi saat ini penuh. .

“Saat ini panti rehabilitasi penuh sehingga dipulangkan kembali dengan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi dan diberikan pembinaan terlebih dahulu dengan disaksikan keluarganya,” tutur Triono.

Meski dipulangkan, lanjut Triono, para perempuan tersebut akan dipantau agar tidak bekerja sebagai pekerja malam kembali. “Bila mereka bekerja seperti itu lagi saat terjaring, maka kami akan langsung mengirimkan ke panti rehabilitasi,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang perempuan yang terjaring, SN (21) menuturkan, dirinya terpaksa melakukan pekerjaan sebagai pemandu lagu dan kadang melayani tidur karena keadaan kebutuhan.

“Iya kadang suka ngelayanin tamu tidur. Tarifnya tergantung dari kesepakatannya, mulai Rp300 ribu sampai Rp500 ribu sekali tidur. Ya karena kebutuhan ekonomi jadi mau,” akunya. (#)



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button