Pasar Modern Tumbuh, Pasar Tradisional Bisa Mati Suri Jika tak Berbenah

Baaca.id, MAKASSAR – Keberadaan pasar-pasar modern tak bisa dibendung. Pasar modern hadir di tengah kain tingginya kebutuhan konsumen.

Kondisi ini berimbas pada eksistensi pasar tradisional. Jika tak segera berbenah, pasar tradisional bisa mati suri.

Hal ini yang menjadi kekhawatiran
Anggota DPRD Makassar Anton Paul Goni. Anton menilai keberadaan pasar tradisional dan pasar modern harus ditata dengan baik. Agar keduanya tumbuh. Tak saling mematikan.

“Pasar tradisional merupakan wadah membangun dan mengembangkan perekonomian bagi usaha kecil, menengah dan koperasi sebagai pilar perekonomian yang disusun berdasarkan atas dasar kekeluargaan,” ungkapnya saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 Tahun 2009 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Kota Makassar di Hotel Grand Celino, Jumat (24/9/2021).

Politisi PDIP itu mengatakan, pasar tradisional dan modern dipandang perlu perlindungan dan pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern.

“Agar pasar tradisional dapat berkembang dan bersaing secara serasi, selaras serta bersinergi di tengah-tengah pesatnya pertumbuhan pasar modern di Kota Makassar,” jelasnya.

Anggota Komisi A itu menjelaskan Perda ini mengatur segala kebijakan yang diambil pemkot dan bekerja sama dengan DPRD.

“Perda ini diterbitkan pada masa pemerintahan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada 14 September 2013. Ada 13 bab dan 30 pasal. Sanksi dan larangan diatur apabila kegiatan pasar yang bertentangan dengan pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappeda Makassar Andi Khadijah Iriani menjelaskan, pasar modern dan pasar tradisional harus dikelola dengan baik.

“Pasar modern biasanya bukan milik pemeritah tapi investor yang membuat pasar modern dengan tatanan yang lebih baik. Pasar modern barangnya sudah pilihan,” katanya.

“Tapi jangan lupa, kita juga harus memberdayakan pasar tradisional. Karena di pasar tradisional, proses tawar menawar masih terjadi. Selain itu, perputaran ekonomi di pasar tradisional sangat cepat,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan narasumber kedua Muhtar Masri. Ia pun memberi persepsi yang sama. Pasar tradisional harus tetap tumbuh meski pasar modern hadir menjadi kebutuhan.

“Pengelola pasar harus bertanggung jawab untuk selalu menjaga kebersihan dan mengatur pedagang,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada 13 pasar di Makassar yang termasuk kategori tradisional dan modern dan ada 5 pasar yang dikerjasamakan dengan pengelola. Tapi yang menjadi masalah saat ini, banyak pedagang yang memilih untuk berjualan di jalan dibandingkan mengambil lapak di dalam pasar.

“Kita juga heran pasarnya sudah cantik, tetapi pedagang malah turun ke jalan. Ada banyak pedagang yang lebih memilih turun ke jalan. Ini yang harus dikelola dengan baik sekarang,” pungkasnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button