Pasca Gempa Sulbar, Sudah 60 Titik Longsor Dibersihkan

Baaca.id, MAMUJU – Pasca gempa yang terjadi Januari lalu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Barat telah membuka dan membersikan puluhan titik longsor yang berada di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Infromasi yang diterima, sudah ada sekira 60 titik longsor yang telah dibuka. Titik longsor yang kini sudah tertangani itu terdapat di Salutambung dan Urekan Kecamatan Ulumanda sebanyak 46 titik. Kemudian Labuan Rano, Tappalang Barat  satu titik dan di Dusun Lombe Taukong Pangalo hingga Perumahan Transmigrasi Tama Jannah lima titik.

“Sebelumnya, sudah ada lima titik longsor di jalan poros Kabupaten Majene-Mamuju. Seperti yang kita lihat, sekarang jalan itu sudah bisa digunakan masyarakat,” terang Kepala Dinas PU Sulbar, Muh. Akhsan saat ditemui di Posko Transisi Darurat Pemprov Sulbar, Kamis (3/3/2021).

Bukan hanya dari Dinas PU Sulbar saja, TNI bersama relawan juga ikut  terlibat membersihkan tanah akibat longsor. Seperti yang terlihat di Desa Rante Doda, Kecamatan Tappalang, Mamuju. Hingga saat ini, TNI dan relawan telah menyelesaikan empat titik longsor di desa tersebut.

Aksan juga mengatakan, masih ada beberapa titik longsor di Bela Kopeang belum dapat dibersihkan karena medan jalan yang ekstrem serta volume pekerjaan besar.

“Pengerjaan jalan di wilayah ini tidak dapat dilakukan secara darurat. Tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua bulan. Kalau Bela Kopeang lebih parah, masih panjang, masih ada 20 kilometer yang belum rampung,” sambungnya.

Menurut Akhsan, dibutuhkan waktu dua hingga tingga tahun untuk penanganan di Bela Kopeang. Dikerjakan secara reguler dan multi years. Dari mulai  penyusunan perencanaan hingga pelaksanaannya. “Butuh perencanaan matang. Perencanaan saja bisa mencapai 8 bulan baru dinilai matang dan siap,” katanya.

Aksan menyebutkan, pada masa tanggap darurat bencana,  pihaknya baru dapat menyelesaikan pembukaan badan jalan sampai di Desa Ulu Taan sepanjang 6,4  kilometer. Dia berharap, akan dapat lebih terbangun koordinasi dan kerja sama pemprov dengan pemkab dalam hal bagaimana dapat bersama-sama membuka jalan yang terdampak longsor.

“Apalagi yang lebih mengenal medan itu pihak kabupaten karena jalannya berstatus jalan kabupaten,” tutup Akhsan. (syarif)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button