Pedagang Emas Jayapura Dibunuh, Istri yang Pura-pura Nangis Diduga Jadi Otak Pembunuhan

Baaca.id, JAYAPURA – Beredar video di sosial media yang merekam seorang istri berinisial VLH, menangisi jasad suaminya, Nasruddin alias Acik (45) yang tewas dibunuh oleh empat orang tak dikenal, di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

VLH dalam rekaman tersebut tampak menangis melihat jasad sang suami yang sudah tak bernyawa dalam mobil.

Sebelumnya diberitakan, Nasruddin alias Acik adalah seorang pedagang emas di Kabupaten Keerom, Jayapura, Papua. Menurut keterangan saksi, yang tak lain adalah istri korban, mereka dicegat oleh empat orang perampok di Jalan Hanurata, Distrik Muara Tami, Jayapura, Senin (28/06/2021).

Mereka diminta untuk menyerahkan barang berharganya, namun korban menolak. Alhasil, korban dianiaya oleh para pelaku hingga tewas.

Pura-pura Menangis

Dari kejadian tersebut, polisi menetapkan seorang pria berinisial M atas kasus pembunuhan. M merupakan selingkuhan VLH, istri Acik.

“Kami sudah menangkap dan menetapkan M sebagai tersangka pembunuhan Acik,” ungkap Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Minggu (4/7/2021).

Sementara istri korban juga telah ditangkap di kampung halamannya di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Ia dibawa karena di awal penyelidikan ditemukan banyak kejanggalan dari keterangan pelaku.

Informasi ini diungkap oleh akun twitter @jayapuraupdate. Dalam cuitannya, akun itu menyebut pembunuhan Nasruddin diotaki oleh istrinya sendiri bersama dengan selingkuhannya.

“Yang perampokan di sertai pembunuhan di Holtekamp arah kilo 9, ternyata otak nya sang istri sendiri.. Dari awal sudah mencurigakan memang,” cuit akun tersebut.

Polisi pun akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Nasruddin, yaitu istrinya sendiri, selingkuhannya, dan menyewa empat orang pembunuh bayaran yang disebut berasal dari Kota Medan.

Sang istri dan selingkuhannya merancang aksi pembunuhan tersebut agar terlihat seperti sebuah perampokan. Motif sementara yaitu ingin menguasai harta korban.

 

 

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button