Pejabat di Korea Utara Dihukum Mati karena Gagal Terapkan Sistem Belajar Online

Baaca.id — Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, menghukum mati seorang pejabat lembaga pendidikan karena dianggap mengkritik kebijakan pemerintah di sana.

Seperti yang dilansir Daily NK pada Senin (12/4/2021), pejabat tersebut diketahui bernama Park, berusia 50 tahun. Ia terpilih sebagai ketua komisi urusan program pendidikan jarak jauh.

Kejadian tersebut dilaporkan berawal dari keluhan anggota komisi yang terdiri dari sejumlah profesor mengenai penerapan Undang-Undang Pendidikan Jarak Jauh. Program tersebut, menurut mereka, tak mungkin terealisasi jika sejumlah alat dan fasilitas pendukung belum terpasang.

Departemen Organisasi dan Bimbingan (OGD) menyatakan Park tidak menjalankan tugasnya cukup baik dalam menerapkan UU Pendidikan Jarak Jauh. Selain itu, Ia juga mengkritik balik kebijakan pemerintahan.

“OGD melakukan investigasi karena komisi gagal membuat kemajuan apapun dan karena beberapa mengkritik kebijakan pemerintah,” kata seorang sumber di Korut, seperti yang dilansir dari New York Post.

Park dikabarkan sering berkumpul bersama anggota komisi dan mengeluh tentang kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Korut. Mengetahui keluhan Park tersebut, Dekan Universitas Kim Il Sung bernama Ri Guk-chol melaporkannya ke Komite Sentral dan menuduh Park kontra terhadap pemerintah.

Akibatnya, Park ditangkap oleh Departemen Haluan dan Organisasi Korea Utara. Ia dinyatakan bersalah dan dihukum mati pada Maret setelah mendapatkan izin eksekusi dari Kim Jong-un.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button