Pemerintah Larang Makan Prasmanan Bagi Tamu Halal Bihalal di Atas 100 Orang

BAACA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian lewat surat edaran tentang pelaksanaan halal bihalal pada perayaan Idul Fitri 1443 H mengatur sejumlah hal saat pelaksanaan halal bihalal. Salah satunya mengatur batas maksimal jumlah tamu halal bihalal yang dibolehkan menikmati hidangan makanan atau minuman di tempat.

“Untuk kegiatan halal bihalal dengan jumlah di atas 100 orang, makanan/minuman disediakan dalam kemasan yang bisa dibawa pulang dan tidak diperbolehkan ada makanan/minuman yang disajikan di tempat (prasmanan),” bunyi dalam surat edaran bernomor 003/2219/SJ ini.

Baca Juga:

Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA mengatakan aturan ini sebagai langkah antisipatif untuk meminimalisiri adanya potensi klaster penularan Covid-19 dalam skala luas keramaian. Utamanya saat aktivitas makan/minum yang selalu diikuti dengan membuka masker dan berbicara.

“Sehingga berbanding lurus dengan besarnya potensi risiko penularan,” ujarnya dikutip dari sindonews.

Menindaklanjuti edaran ini, pihaknya telah meminta Pemerintah Daerah membuat aturan lanjut di daerah masing-masing agar terus menjaga disiplin protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan/menggunakan hand sanitizer secara berkala serta selalu menjaga jarak.

“Tak lupa untuk terus berkolaborasi dengan unsur Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat, sehingga penerapannya dapat berjalan optimal di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya aturan ini juga mengatur halal bihalal di setiap daerah dengan menyesuaikan level kasus Covid-19 pada masing-masing kabupaten/kota. Daerah level 3 hanya diperbolehkan mengadakan halal bihalal dengan kapasitas maksimal 50 persen tamu. Lalu daerah level 2 maksimal 75 persen dan 100 persen untuk daerah di level 1.

Serta masyarakat juga diimbau untuk menghindari acara yang mengundang keramaian dan memungkinkan peserta membuka masker karena rawan penularan Covid-19.

Baca Juga:



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button