Pemkab Enrekang Ngotot tak Batalkan Pembelian Mobil Mewah Bupati

Baaca.id, ENREKANG – Pemkab Enrekang menegaskan tidak akan mengembalikan mobil dinas bupati yang telah dibeli, meski menuai sorotan. Pemkab mengklaim pembelian sudah sesuai mekanisme.

Sementara itu gelombang unjuk rasa menentang pembelian mobil mewah Bupati Enrekang terus berlangsung hingga Selasa (7/9/2021). Pemkab diberi tenggat hingga Kamis besok untuk membatalkan pembelian itu.

Demonstran mengancam akan turun dalam jumlah besar jika tuntutannya tak dipenuhi. Pemkab sendiri menegaskan pembelian telah sesuai prosedur dan tak bisa dibatalkan.

Dalam unjuk rasa Selasa kemarin,
aktivis Perkara kembali menggeruduk Kantor Bupati Enrekang. Dalam aksi ini sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan satpol PP.

Namun situasi ini tidak berlangsung lama. Mereka melanjutkan orasi yang dikawal oleh aparat Polri, TNI dan satpol PP.

Kabag Umum Enrekang Umaruddin yang menemui peserta aksi untuk berdialog bersama Asisten I Hamsir dan Kabag Hukum.

Kabag Hukum Dirhamzah menjelaskan, pengadaan mobil dinas bupati ini sudah sesuai dengan ketentuan dan unsur yang ada. Mulai dari perencanaan hingga penganggaran.

“Semua sudah disepakati di DPRD . Pengadaan mobil ini tidak ada penyimpangan,” tegasnya.

Menurutnya, Pemda Enrekang mengajukan secara rapi dan lengkap dan sudah memenuhi unsur, norma dan ketentuan yang ada sesuai aturan. Ketika ini hendak dibatalkan, tentu kata Dirhamzah harus dengan alasan yang prinsipil.

“Kecuali ada kejadian yang luar biasa dan itu ranah DPRD,” ucap Dirhamzah.

Asisten I Hamsir mempertegas kepada aktivis bahwa apa yang telah dijelaskan tadi sudah tuntas. Bahwa mobil dinas itu sudah dibeli. Pemerintah akan mengoperasikannya dalam rangka melayani kebutuhan masyarakat.

Sementara itu mendengar jawaban pemkab, Misbahuddin, salah satunjuru bicara aktivis mengatakan tidak akan mempercayai begitu saja penjelasan yang sudah disampaikan oleh pemda. Pihaknya akan mengakses data dan mengkaji semuanya.

“Kita juga akan mendatangi inspektorat untuk mengakses data seperti berita acara. Apakah berita acara itu ada atau tidak ada. Ketika itu tidak ada maka ada indikasi yang kita bisa tindak lanjuti ke penegak hukum,” katanya.

Di akhir dialog Misbahuddin mendesak Bupati Muslimin Bando agar paling lambat hari Kamis besok harus menyatakan sikap. Apakah bupati siap mengembalikan mobil atau tidak.

“Kami butuh penegasan sikap bupati. Mau atau tidak. Kalau tidak, kami akan terus melakukan aksi. Kamis nanti kami akan turun dalam jumlah lebih besar,” imbuhnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button