Pemudik Lebaran Idul Fitri 2022 Diprediksi Capai 100 Juta Orang

Jumlah pemudik akan naik seiring tren kasus Covid-19 menurun. Serta aturan tes PCR dan Antigen pun telah dicabut bagi masyarakat yang sudah vaksin booster.

BAACA.ID, JAKARTA – Jumlah pemudik lebaran Idul Fitri 2022 diperkirakan akan meningkat sampai 55 juta orang, terutama bila kebijakan aturan tes antigen atau PCR dihapuskan. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan atau Menko PMK Muhadjir Effendy dalam acara Silaturahmi Virtual dan Sosialisasi Kebijakan Pelaksanaan Ibadah Bulan Suci Ramadhan 2022 bersama para tokoh agama di Kantor Kemenko PMK, Senin (28/3/2022).

“Kalau ada kemudahan lain, misal ada mudik bersama, nah peluangnya mendekati 100 juta pemudik. Maka dari itu, jika kita betul-betul menyiapkan ibadah Ramadhan dengan baik, otomatis kelambatan ekonomi kemarin akan bisa ditebus pada masa lebaran ini,” katanya.

Selain itu, jika syaratnya hanya cukup dengan dua dosis vaksin, maka diperkirakan akan ada 79 juta warga yang melakukan perjalanan mudik pada momen hari raya, ini berdaskan survei dari Kementrian Perhubungan. Saat ini, pemerintah mengeluarkan sejumlah aturan kegiatan dan kapasitas ibadah selama bulan ramadhan yang teruang dalam SE Menag Nomor 4 Tahun 2022 dan Inmendagri Nomor 8 Tahun 2022, serta pengaturan pergerakan masyarakat dalam SE Menhub Nomor 21 Tahun 2022.

“Kegiatan tarawih, buka puasa, takbiran menyesuaikan ketentuan kapasitas tempat ibadah, yakni PPKM level 3 maksimal 50 persen, PPKM level 2 maksimal 75 persen dan PPKM level 1 maksimal 75 persen. Sementara untuk pelaku perjalanan dalam negeri yang telah mendapatkan vaksin kedua atau booster, tidak perlu menunjukkan hasil swab antigen dan PCR,” lanjut Muhadjir.

Lebih lanjut, Ia mengatakan optimis Ibadah ramadan dapat dilaksanakan lebih khidmat dan leluasa karena situasi pandemi Covid-19 mulai melandai. Apalagi melihat data dari Satgas Penanganan Covid-19 jumlah kasus menurun yaitu hingga 27 Maret 2022 pukul 12.00 WIB tercatat kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 3.077 kasus, lebih kecil dibanding hari sebelumnya.

Sementara itu tokoh agama PP Muhammadiyah Syamsul Anwar mengatakan, meskipun kondisi Covid-19 sudah melandai namun kewaspadaan harus tetap ditingkatkan. Ia meminta pemerintah untuk melengkapi persiapan masker dan hand sanitizer di masjid agar prokes di lingkungan ibadah tetap terjaga.

“Kita sudah buat juga pedoman yang selaras dengan apa yang dikatakan Menko PMK dan Pak Moeldoko. Misal, ceramah tidak boleh lebih dari 15 menit. Kita juga belum memperkenankan memakai tikar dan peralatan masjid serta masih ada jarak shaf salat. Kami mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kewaspadaan kita mencegah pandemi, dan ini adalah untuk kepentingan kita semua,” ujarnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button