Pendataan Rumah Rusak Akibat Gempa Sulbar, Lurah Dayanginna: Saya Masukkan 300 Nama, Hanya Satu yang Terdata

Baaca.id, MAMUJU – Pendataan rumah rusak akibat gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat, pertengahan Jaanuari lalu, menuai sorotan. Banyak warga yang mengeluh karena namanya tidak masuk dalam daftar.

Salah satu warga yang mengeluh adalah Husni. Warga Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju ini sangat menyayangkan dirinya tidak terdaftar dalam tahap pertama pendataan rumah rusak.

“Saya heran ini, Pak. Data yang keluar tidak ada nama saya. Bahkan di Kelurahan Dayanginna hanya satu warga yang namanya keluar (terdaftar, red). Sebagian besar warga pusing ini,” jar Husni, Kamis (25/2/2021).

Husni sangat meyesalkan tindakan pemerintah daerah yang seakan mengabaikan penderitaan warga Kelurahan Dayanginna di tengah musibah gempa. “Kami sangat mengharapkan bantuan itu. Tapi kenapa pemerintah tidak memasukkan data kami. Bagaimana caritanya ini,” tanyanya.

Sementara itu, Lurah Dayanginna, Lenny mengaku merasa bingung  dengan hal ni. “Semua data wargaku sekitar 300 rumah lebih yang rumah rusak, sudah saya serahkan BPBD provinsi. Bahkan saya begadang mengimput. Tapi kenapa hanya satu orang bisa saya pastikan warga saya masuk dalam tahap pertama,” sesal Lenny.

Lenny mengatakan, data yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk tahap pertama berjumlah 35 orang untuk wilayah Kelurahan Dayanginna, tapi sebagian besar bukan warga Dayanginna.

“Persoalan ini sudah saya sampaikan kepada pihak terkait, seperti BNPB dan Perkim, tapi tidak ada yang bisa menjelaskan kenapa data tesebut tidak sesuai. Bahkan saya sempat marah-marah. Malah mereka meminta saya untuk memasukkan data ke tahap kedua,” ungkapnya.

Lenny mengatakan, dirinya saat ini berupaya untuk memasuk data warganya ke pendataan tahap kedua. “Harapan kami, sisa pendataan tahap kedua ini. Semoga data itu tidak berubah lagi,” tutupnya. (syarif)

 



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button