Penemuan Gunung Emas di Republik Demokratik Kongo

Penemuan gunung emas di sebuah desa di Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik Kongo menarik perhatian dunia.

Baaca.id —  Penemuan Gunung Emas di Republik Demokratik Kongo di Provinsi Kivu Selatan, baru saja menghebohkan publik dan menarik perhatian dunia.

Setelah beberapa waktu lalu sebuah video mengenai adanya gunung emas di negara itu viral di media sosial. Dalam video yang tersebar di medsos, terlihat banyak penduduk desa di provinsi Kivu Selatan, Kongo, beramai-ramai menggunakan sekop, alat-alat lainnya bahkan menggunakan tangan kosong untuk mencari emas.

“Sebuah video dari beberapa warga Republik Kongo mendokumentasikan kejutan terbesar bagi beberapa penduduk desa di negara ini, ketika seluruh gunung yang dipenuhi dengan emas ditemukan! Mereka menggali tanah untuk menemukan emas dan membawanya ke rumah mereka untuk membersihkan kotoran dan mengekstraksi emasnya,” kata Ahmad Algohbary, seorang jurnalis lepas yang membagikan video viral itu di Twitter.

gunung emas

Seperti dikutip dari Reuters, Menteri Pertambangan Kivu Selatan Venant Burume mengakui penemuan bijih kaya emas di Luhihi, pada akhir Februari lalu membuat banyak penambang datang ke lokasi tersebut.

Muhigirwa Menteri Pertambangan Kivu Selatan Venant Burume, mengatakan penghentian sementara kegiatan penambangan di daerah tersebut akan memungkinkan pihak berwenang untuk mengidentifikasi penambang artisanal serta memastikan mereka terdaftar dengan benar di regulator pertambangan.

“Kehadiran FARDC di lokasi tambang – dilarang di bawah kode penambangan Kongo – berkontribusi pada “kekacauan” di Luhihi. Ketertiban harus ditegakkan kembali dalam kegiatan pertambangan di Luhihi “tidak hanya untuk melindungi kehidupan tetapi juga untuk memastikan pencarian emas yang diproduksi sesuai dengan hukum Kongo,” demikian keputusan yang dikeluarkan Menteri Pertambangan.

Kini aktivitas penambangan di wilayah itu dihentikan sementara. Muhigirwa mengatakan pengawasan di lokasi tersebut telah diperketat.

Berdasarkan perintah tertanggal Senin (8/3), menyatakan, penambang, pedagang dan anggota angkatan bersenjata Kongo (FARDC) diminta untuk meninggalkan lokasi tambang di dalam dan sekitar Luhihi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button