Peninggalan Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan

Baaca.id — Kerajaan Gowa salah satu kerajaan Islam di Sulawesi Selatan, tetapi pada perkembangannya terpecah menjadi 2 Kerajaan Gowa-Tallo, setelah Kerajaan Tallo berdiri.

Dari sinilah awal terbentuknya kerajaan Makassar tepat 1528 M, yang ditandai bersatunya dua Kerajaan Gowa dan Tallo dalam satu pemerintahan. Kini peninggalan Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan masih dapat Anda jumpai di sejumlah kawasan di Kabupaten Gowa.

Berikut ini rangkuman dari berbagai sumber tentang peninggalan Kerajaan Gowa selengkapnya:

Istana Balla Lompoa

Salah satu peninggalan Kerajaan Gowa yang bisa Anda temukan di Somba Opu, tepatnya Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Baca Juga: Tradisi Sitobo Lalang Lipa di Makassar

Istana Balla Lompoa masih gagah berdiri yang dihiasi 54 tiang, 6 jendela di kiri dan 4 jendela kanan di bagian  depan bangunan tersebut kini berfungsi sebagai museum.

Istana yang didirikan oleh Mangimangi Daeng Matutu Karaeng, Raja Gowa ke-35 menjadi tempat penyimpanan benda-benda kerajaan.

Dikisahkan pula, Balla Lompoa bagian dari Istana Tamalate, kemudian direnovasi sebagai replika Istana Tamalate tahun 1936.

Sebagian besar bangunan museum Balla Lompoa terdiri dari rumah panggung yang terbuat dari kayu.

Deretan beragam pakaian adat Suku Makassar, kemudian beberapa buku yang berhubungan dengan sejarah maupun budaya masyarakat Makassar bisa Anda temukan di museum ini.

Masjid Katangka

Peninggalan Kerajaan Gowa yang terletak sekitar kompleks Sultan Hasanuddin itu dulunya merupakan kawasan Istana Tamalate yang diperkuat adanya masjid Katangka tersebut.

Berdiri pada abad ke-18, masjid Katangka menjadi masjid tertua di Sulawesi Selatan. Masjid tersebut menggunakan bahan bangunan dari kayu Kanangka. Dari sinilah kemudian diberi nama masjid Katangka.

Ada yang menarik bangunan masjid Katangka, yaitu dinding masjid yang lebih tebal. Lantaran dindingnya itu tidak hanya sebagai bangunan masjid, melainkan benteng pertahanan Kerajaan Gowa.

Benteng Fort Rotterdam

Peninggalan Kerajaan Gowa yang tidak kalah menarik, yaitu Benteng Fort Rotterdam.

Berlokasi di pantai barat kota Makassar didirikan oleh Manrigau Daeng tahun 1545 dengan bahan dari tanah liat.

Kemudian pada masa pemerintahan Raja ke-14 Kerajaan Gowa, benteng ini direnovasi dengan memanfaatkan batu padas dari pegunungan karst di kawasan Maros.

Bentuk benteng yang menyerupai penyu membuat masyarakat setempat biasa menyebutnya, dengan nama Benteng Panyyua, atau Benteng penyu.

Benteng Somba Opu

Benteng yang terletak di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa juga peninggalan Kerajaan Gowa.

Berada di selatan pesisir pantai kota Makassar ini merupakan benteng untuk melawan penjajahan Belanda.

Benteng yang dibangun pada pemerintahan Daeng Matanre Karaeng pada abad ke-16 tepatnya tahun 1525.

Tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan, tetapi juga menjadi tempat perdagangan rempah-rempah di Gowa-Tallo.

Namun, pasar tersebut tidak berlangsung lama, karena VOC menghancurkannya di tahun 1669. Pada tahun 1990-an benteng ini dibangun kembali seperti sekarang yang kemudian dikenal dengan Benteng Somba Opu

Batu Pallantikang

Berlokasi di dalam kompleks makam raja-raja Kerajaan Gowa menjadi ciri khas yang menarik.

Penamaan batu Pallantikang, pasalnya tempat tersebut diyakini sebagai lokasi ritual pelantikan Raja-raja Gowa, yang hingga kini masih bisa ditemukan di lokasi kejadian.

Replika Istana Tamalate

Berlokasi di Sungguminasa, berdiri Istana Tamalate yang sebagian besar terdiri dari rumah panggung dan terbuat dari papan kayu pilihan. Bangunan tersebut sebagian masih asli dipertahankan setelah mengalami beberapa kali renovasi.

Kompleks Pemakaman Katangka

Peninggalan Kerajaan Gowa yang satu ini juga tidak kalah menarik, yaitu: kompleks pemakaman Katangka.

Anda akan menjumpai makam-makam Raja Gowa-Tallo dan tokoh masyarakat lainnya. Beratap kubah dan batu-batu nisan yang khas.

Baca Juga: Sejarah Asal Rumah Adat Tongkonan

Makam Pahlawan Sultan Hasanuddin

Ketika Anda berada di puncak bukit Tamalate, Anda akan menjumpai sebuah kompleks pemakaman Sultan Hasanuddin.

Berada di Jalan Pallantikang, Kabupaten Gowa dikelola oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Ada 21 makam yang terdiri dari beberapa makam keluarga dan kerabat Kerajaan Gowa. Makam seluas 12.666 tersebut terdapat 7 makam Raja-raja Gowa, antara lain: Sultan Alauddin, Sultan Abdul Jalil hingga Sultan Hasanuddin.

Itulah ulasan singkat 5 tentang peninggalan kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan yang bisa menginspirasi.

 

 

 



Related Articles

Back to top button