Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Milenial, Mencegah Terjebak Istilah Crazy Rich

BAACA.ID, JAKARTA – Istilah crazy rich kini menjadi sebuah fenomena baru, utamanya bagi generasi milenial karena seringkali crazy rich datang dari generasi mereka. Fenomena ini bisa menjadi masalah, disebabkan banyak anak muda akan melakukan berbagai cara bahkan cara kotor untuk menjadi seorang crazy rich. Hal ini lah yang membuat literasi keuangan penting di kalangan anak muda.

Literasi keuangan menjadi cara mencegah anak muda melakukan cara tidak baik untuk mencari uang serta menghindari kebiasaan menghabiskan uang untuk kesenangan belaka. Menurut Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) Njaju Jenny Malik, generasi milenial sering dengan mudah terperdaya untuk berinvestasi secara ilegal.

“Mereka (generasi milenial) senang sekali dengan like, comment, regram, repost, share. Nah, respon audiens inilah yang jadi cikal bakal inovasi baru model crazy rich,” kata Jenny dalam diskusi publik “Fenomena Crazy Rich Indonesia: Mengkhawatirkankah?”, Rabu (16/3).

Ia juga mengaku setuju dengan ide OJK untuk memberikan pemahaman tentang literasi keungan ke generasi muda. Ia memaparkan beberapa poin penting mengapa literasi keuangan perlu bagi anak muda. Salah satunya yaitu mudah percaya pada publik figur atau influencer.

“Mereka mudah terperdaya ajakan influencer. Terperdaya di sini yaitu terperdaya untuk berinvestasi secara ilegal,”

Lebih lanjut poin penting lainnya yaitu generasi muda menjadi pelaku ekonomi penting, menurut data BPS disebutkan pada 20202, 1 dari 2 penduduk Indonesia adalah generasi muda (145,4 juta jiwa). Namun dalam Survei Nasional 2019 menunjukkan tingkat literasi keuangan penduduk usia 15-17 tahun adalah 16 persen sangat rendah.

Selanjutnya generasi mudah lebih rentan secara finansial. Anak muda dihadapkan dengan pilihan menghabiskan uang untuk kesenangan ataupun menabung atau berinvestasi untuk menambah aset.

“Jadi generasi muda sebagai critical economic players itu harus mempunyai literasi keuangan. Mereka harus disosialisasikan sehingga tidak mudah terperdaya ajakan influencer,” terangnya.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button