Sosok Sayuti Melik, Sang Penulis Teks Proklamasi

Baaca.id – Merdekanya Republik Indonesia dari penjajahan tidak lepas dari 4 faktor berarti yang saat ini hampir terlupakan.

Pertama adalah penulis teks proklamasi Kemerdekaan RI, kedua tempat ataupun gedung dibacakannya naskah proklamasi. Ketiga merupakan wujud penulis teks proklamasi, keempat motor penggerak utama di balik Kemerdekaan RI ialah para pemuda.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 tidak lepas dari Sayuti Melik selaku pengetik teks proklamasi yang di bacakan oleh Ir. Soekarno.

Sayuti Melik ialah wartawan sekalian politisi yang kerap menulis mengenai politik yang sanggup membuat Belanda merasa terganggu. Tulisannya sempat membuatnya ditahan oleh penjajah.

Pada tahun 1926, Sayuti Melik ditangkap sebab tuduhan menolong PKI. Sebab dituduh menolong PKI serta dibuang ke Boven Digul (1927- 1933).

Kemudian Sayuti Melik namanya tidak dapat dilepaskan dikala kita mengingat perjuangan memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 17 Agustus 1945 bacaan proklamasi dibacakan serta bendera Merah Putih dikibarkan.

Dia adalah penulis teks proklamasi yang sebelumnya ditulis tangan oleh Soekarno di rumah yang sama serta telah disetujui oleh seluruh orang yang muncul pada saat menjelang kemerdekaan tersebut.

Baca Juga:

Mengenal Penulis Teks Proklamasi

Kemudian siapakah wujud penulis bacaan proklamasi yang asli serta gedung tempat peringatan proklamasi saat ini?

Saat ini 17 Agustus menjadi salah satu tanggal penting yang dimiliki bangsa Indonesia yang tidak lepas dari wujud Presiden RI pada masa Ir. Soekarno. Dalam sejarah mencatat menjadi awal kemerdekaan bangsa ini di proklamasikan.

Rumah Laksamana Maeda, Saksi Bisu Formulasi Naskah Proklamasi

Masih ingatkah dengan sejarah pembuatan naskah proklamasi? Terjalin sehabis Ir. Soekarno serta Mohammad Hatta dikembalikan ke Jakarta serta Rengasdengklok pada 16 Agustus.

Setelah kejadian tersebut, baik kalangan muda ataupun kalangan tua telah setuju supaya proklamasi lekas disusun serta diumumkan kemerdekaan Indonesia. Seluruh pihak telah menginginkan supaya kemerdekaan Indonesia lekas diumumkan.

Rumah perwira besar Angkatan Laut Jepang di Indonesia Laksamana Tadashi Maeda yang terletak di Jalur Meiji Dori, Jakarta Pusat menjadi saksi formulasi naskah bacaan proklamasi 17 Agustus 1945.

Formulasi Bacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Formulasi bacaan proklamasi dicoba di rumah Laksamana Tadashi Maeda yang terletak di Jalur Imam Bonjol Nomor. 1 (saat ini jadi Bibliotek Nasional Depdiknas). Bacaan proklamasi diformulasikan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, serta Ahmad Subardjo.

Sukarno yang menganjurkan supaya naskah proklamasi ditanda tangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Soekarno memohon Sayuti Melik buat mengetik teks proklamasi dengan pergantian seperlunya yang telah disepakati.

Pembacaan proklamasi kemerdekaan dilaksanakan pada 17 Agustus 1945. Saat membacakan naskah proklamasi, Ir. Soekarno mengumpulkan masyarakat Jakarta di lapangan Ikada.

Namun sebab dikhawatirkan terjalin bentrok antara rakyat Indonesia serta pihak jepang, hingga disepakati kalau pembacaan dilaksanakan di depan rumah Ir. Soekarno di Jalur pegangsaan Timur Nomor. 56 Jakarta jam 10. 00 wib.

Formulasi Naskah Proklamasi

Tepat pada pukul 21.00 WIB di tempat kediaman Laksamana Maeda, Jalan Imam Bonjol Nomor 1 Jakarta naskah proklamasi di serahkan.

Teks proklamasi yang kalimat awal berbunyi “kami rakyat Indonesia dengan ini melaporkan kemerdekaan Indonesia” berasal dari Ahmad Subardjo kalimat ke- 2.

Ir. Soekarno menyampaikan “Hal – hal yang menimpa pemindahan kekuasaan serta lain- lain hendak diselenggarakan dengan metode secepat- cepatnya dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya” serta kedua kalimat ini setelah itu digabungkan oleh Moh. Hatta.

Tetapi saat ini timbul permasalahan, siapakah yang hendak menandatangani naskah proklamasi, Soekarno menganjurkan kalau yang muncul harus “wakil-wakil bangsa Indonesia” anjuran itu menemukan tolakan dari para pemuda.

Ada sebagian pergantian yang dicoba oleh Sayuti Malik atas intruksi Soekarno antara lain:

  1. Kata“ tempoh” jadi“ tempo”,
  2. Sedangkan Wakil- wakil Bangsa Indonesia” jadi: atas nama bangsa Indonesia” dan,
  3. Untuk tulisan“ Djakarta 17- 08- 05” jadi“ Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun 05”.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button