Penyebaran Covid-19 di Makassar Masih Tinggi, PPKM Diperpanjang

Baaca.id, MAKASSAR — Penyebaran Covid-19 masih sulit diredam. Di Makassar, angka penularannya masih terbilang tinggi.

Karena itu, Plt Kesbangpol Kota Makassar, Ahmad Namsum menegaskan, Pemkot Makassar mesti mengambil langkah memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 5 April.

Berkenaan kebijakan tersebut, jam operasional seluruh mal di Kota Daeng harus sudah tutup pada pukul 21.00 WITA (jam 9 malam). Sedangkan usaha umum lainnya seperti kafe, restoran, warkop dan game center boleh beroperasi hingga pukul 22.00 WITA (jam 10 malam).

Perpanjangan PPKM tersebut termuat dalam Surat Edaran (SE) Nomor 443.01/138/S.Edar/ Kesbangpol/III/2021. Ditandatangani Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto per tanggal 23 Maret 2021.

“Pak Wali juga memperpanjang edaran yang mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2021,” terang Ahmad Namsum, Rabu (24/3/2021).

Selain membatasi jam operasional, kebijakan tersebut juga mencantumkan intruksi buat para pelaku usaha untuk memperketat protokol kesehatan (prokes).

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto yang akrab disapa Danny mengatakan, perpanjangan PPKM itu juga merupakan instruksi dari pemerintah pusat.

“Saat ini kita ikut instruksi pusat, karena Makassar Recover ini masih sementara diuji, kalau semuanya sudah berjalan lancar, nanti kami akan menghadap ke kementerian untuk membicarakan ini,” jelas Danny, Selasa (23/3/2021).

Berkenaan itu pula, para camat dan lurah selaku ketua satgas berkoordinasi dengan master Covid 19 kecamatan, agar memperketat kesehatan serta melakukan pemetaan titik titik potensial keramaian di wilayah masing masing dengan berkoordinasi pada Satgas Covid-19.

Satgas Covid 19 melakukan pemantauan terhadap penerapan disiplin penegakan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid 19 di Kota Makassar berdasarkan perundang-undangan. (*)

…..

Berikut instruksi terkait kebijakan perpanjang PPKM hingga 5 April 2021

1. Membatasi tempat kerja atau perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH), sebesar 50 persen dan Work Form Office (WFO) sebesar 50 persen dengan melakukan protokol kesehatan dengan lebih ketat.

2. Melakukan kegiatan belajar mengajar dalam jaringan (daring) atau online.

3. Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan: a. Kegiatan restoran makan/minum di tempat sebesar 50 persen, dan untuk layanan melalui pesan antar tetap diizinkan, sesuai dengan jam operasional restoran, dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

b. Pembatasan jam oprasional pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 21.00 WITA, dengan penerapan protokol kesehatan, yang lebih ketat.

4. Mengizinkan kegiatan kontruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

5. Mengizinkan tempat ibadah dilaksanakan dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

6. Untuk kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan dihentikan sementara.

7. Camat atau lurah mengaktifkan posko Covid-19 di wilayah masing-masing. (*)



Related Articles

Back to top button