Perang Tak Kunjung Reda, Barat Rencanakan Sanksi Baru Ke Rusia

BAACA.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Joe Biden merencanakan akan memberikan sanksi baru untuk Rusia. Tak sendiri, ini dilakukan bersama para pemimpin negara Eropa sebagai upaya menekan Rusia terhadap tindakan menginvasi Ukraina sejak akhir Februari kemarin.

Terbaru beredar informasi bahwa sanksi akan diberikan kepada 300 anggota mejelis rendah parlemen Rusia. Namun menurut salah satu Juru Bicara Gedung Putih belum ada keputusan akhir tentang siapa yang akan diberikan sanksi dan berapa banyak yang akan diberi sanksi.

“Kami akan memiliki langkah-langkah sanksi tambahan untuk diumumkan yang akan diluncurkan bersama dengan sekutu kami pada hari Kamis ketika Presiden memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mereka,” tuturnya dikutip dari Reuters.

Lebih lanjut, Saat berkunjung ke Eropa Biden membahas tindakan bersama mengenai keamanan energi di benua biru itu, disebabkan masih sangat bergantung pada gas Rusia. Ia juga sempat berkunjung ke Polandia untuk menunjukan solidaritas terhadap negara tetangga Ukraina tersebut.

Seebelumnnya saat Rusia gagal merebut ibu kota Ukraina Kyiv dan kota besar lainnya, memicu kekhawatiran konflik akan menjadi semakin besar. Apalagi Rusia sempat menyiagakan senjata nuklirnya untuk merespon sanksi dari negara Eropa dan AS.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov lewat CNN mengatakan kebijakan Rusia untuk menggunakan senjata nuklir hanya akan dikeluarkan saat keadaan negara benar-benar terancam. “Jika itu adalah ancaman nyata bagi negara kami, maka itu (senjata nuklir) dapat digunakan,” katanya.

Kantor hak asasi manusia PBB di Jenewa mengatakan hingga selasa kemarin pihaknya telah mencatat 953 kematian warga sipil dan 1.557 terluka sejak invasi dimulai. Namun Kremlin membantah menargetkan warga sipil.

Selain itu Jutaan orang telah melarikan diri ke luar negeri sehingga membuat Eropa Timur berjuang keras untuk memberi mereka perawatan, sekolah, dan pekerjaan.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button