Ini Perbedaan Mesin 2-Tak dan 4-Tak

Baaca.id — Mungkin selama ini anda cukup sering mendengar atau membaca istilah 2-tak dan 4-tak, dalam spesifikasi suatu kendaraan bermotor.

Tapi, mungkin anda masih belum tahu, apa sih maksudnya dari istilah tersebut? Dan apa sih perbedaan dari keduanya? Dan apa pengaruhnya untuk motor yang anda kendarai sehari-hari?

Semua itu akan terjawab secara lengkap dan tuntas dalam pembahasan menarik di bawah ini. Tanpa perlu berlama-lama lagi, kita langsung menuju ke ulasan yang pertama.

Cara Kerja Mesin

Perbedaan mesin 2-tak dan 4-tak yang paling mendasar jelas terletak pada cara kerja mesinnya. Dimana cara kerja mesin 2-tak menggunakan proses hisap dan buang yang bekerja dalam waktu yang sama, ketika piston bergerak ke bawah. Sedangkan proses kompresi dan pembakaran terjadi saat piston bergerak ke atas.

Sementara untuk cara kerja mesin 4-tak sendiri memiliki proses hisap, kompresi, lalu bakar dan terakhir buang. Proses pembuangan emisi tersebut menjadi perbedaan paling mendasar antara mesin 2-tak dan 4-tak.

Jadi 2-tak sendiri maksudnya adalah memiliki dua langkah untuk menghasilkan tenaga, sementara 4-tak perlu empat langkah untuk melakukan hal yang sama. Namun tentu saja hasil yang didapatkan akan lebih maksimal untuk mesin berkapasitas 4-tak bila dibandingkan dengan 2-tak.

Mesin 2-tak sendiri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh kendaraan bermesin 4-tak, yaitu tenaga yang lebih baik, serta responsivitas saat akselerasi yang juga cukup baik, serta perawatan yang lebih mudah. Namun sayangnya mesin 2-tak cenderung lebih boros, karena lebih cepat menghabiskan tenaga.

Prinsip Kerja

Perbedaan mesin 2-tak dan 4-tak berikutnya adalah dalam prinsip penerapan kerja keduanya. Masih cukup mirip dengan sebelumnya, dimana mesin 2-tak hanya memiliki dua proses kerja dalam satu siklus, dimana setiap langkahnya membutuhkan setengah putaran engkol, sehingga prinsip kerja mesin 2-tak adalah menghasilkan pembakaran pada setiap putaran engkol.

Untuk mesin 4-tak sendiri mempunyai empat langkah kerja dalam satu siklus. Dan setiap langkahnya memerlukan setengah putaran engkol. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa mesin 4-tak akan menghasilkan pembakaran dalam dua kali putaran engkol. Tentunya hal ini cukup jauh dengan prinsip kerja mesin 2-tak sebelumnya.

Baca Juga:

Dinamisasi Getaran Mesin

Perbedaaan selanjutnya dari mesin 2-tak dengan 4-tak adalah dalam hal dinamisasi getaran mesin. Hal ini bisa terjadi lantaran adanya ketimpangan dalam jumlah pembakaran. Tentu saja, mesin 2-tak membutuhkan getaran mesin yang lebih sedikit dibandingkan dengan mesin-4 tak.

Seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, dimana mesin 2-tak membutuhkan satu putaran engkol, sedangkan mesin 4-tak perlu setengah putaran lebih banyak untuk proses yang sama. Hal ini jelas membuat proses pembakaran 4-tak menjadi jauh lebih lama.

Akibatnya, putaran yang tercipta dalam mesin 2-tak pun menjadi lebih stabil. Sementara pada mesin 4-tak pembakaran akan terjadi di setiap dua kali putaran engkol. Hal ini akan membuat dinamisasi getaran menjadi lebih besar.

Konsumsi Oli Mesin

Perbedaan mesin 2-tak dan 4-tak selanjutnya juga terlihat dari konsumsi oli mesin.

Anda pasti sering mendengar istilah “oli samping”? Ya, disitulah letak mesin 2-tak bekerja. Secara umum, fungsi dari oli samping ini kurang lebih sama dengan oli mesin. Namun jika mesin motor anda menyala terlalu lama disitulah oli samping akan cepat tergerus habis.

Hal itu terjadi karena oli samping akan ikut terbawa ke ruang pembakaran, untuk melumasi pergerakan piston, sehingga otomatis akan ikut terbakar. Itulah sebabnya motor 2-tak kerap mengeluarkan asap putih lewat knalpot.

Sedangkan untuk mesin 4-tak sama sekali tidak memerlukan pelumasan oli samping. Hal tersebut karena pelumasan piston dan juga komponen mesin lain akan diatur oleh oli mesin, yang sudah tersedia dalam bak engkol.

Konstruksi mesin 4-tak sendiri tidak memungkinkan oli mesin untuk masuk ke dalam ruang pembakaran sehingga mesin 4-tak tidak memerlukan konsumsi oli sama sekali.

Tenaga Output

Perbedaan mesin 2-tak dan 4-tak berikutnya, terletak pada jumlah putaran yang dihasilkan dalam satu kali putaran engkol. Masih mirip seperti penjelasan pada poin sebelumnya, dimana mesin berkapasitas 2-tak akan menghasilkan satu putaran dalam setiap kali putaran engkol. Sehingga dengan asumsi mesin berputar dalam 1.000 rpm (roll per minute) dalam satu menit, maka di dalam satu menit tersebut juga akan terjadi 1.000 kali pembakaran mesin.

Hal ini jelas berbeda dengan mesin berkapasitas 4-tak, dimana jenis ini hanya menghasilkan pembakaran dalam dua kali putaran engkol. Jadi dalam satu menit, apabila terjadi putaran sebanyak 1.000 rpm, maka putaran mesin yang dihasilkan hanya sebanyak 500 kali pembakaran.

Pembuangan Emisi

Apa yang dimaksud dengan emisi? Well, secara umum, emisi adalah kandungan gas yang dihasilkan oleh sisa pembakaran mesin.

Mesin 2-tak yang memiliki proses pembakaran yang tidak efektif namun memiliki tenaga yang lebih besar, tenaga output-nya justru tidak sampai dua kali lipat dari mesin 4-tak.

Alhasil, emisi yang dihasilkan oleh mesin 2-tak masih cukup berbahaya, karena masih terdapat kandungan bensin di dalamnya. Hal ini juga yang menjadi penyebab motor 2-tak sekarang sudah tidak begitu laku di pasaran motor tanah air.

Sedangkan mesin 4-tak memiliki langkah kerja yang lebih teratur dan tidak tumpang tindih, jika dibandingkan dengan 2-tak. Sehingga membuat proses pembakaran bisa berlangsung lebih baik dan sempurna.

Tenaga yang dihasilkan pun masih cukup baik, dan emisi gas buang yang dihasilkan pun hanya mengandung CO2, tanpa adanya campuran bensin di dalamnya.

Performa motor pun jelas akan lebih maksimal, dengan pembuangan gas yang tidak terlalu boros, alias lebih hemat.

Konsumsi Bahan Bakar

Perbedaan mesin 2-tak dan 4-tak selanjutnya yang cukup kentara yaitu terkait konsumsi bahan bakar. Seperti diketahui, bahwa konsumsi bahan bakar mesin 2-tak bisa dibilang jauh lebih boros dibandingkan dengan mesin 4-tak, karena memang mesin yang dihasilkan jauh lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat.

Oleh karena itu, mesin berkapasitas 2-tak akan mampu menghasilkan kecepatan yang sebanding dengan jumlah pembakaran yang dihasilkan oleh mesin. Lain halnya dengan mesin 4-tak yang hanya akan menghasilkan setengah dari jumlah pembakaran yang dilakukan oleh mesin 2-tak.

Itulah tadi beberapa perbedaan dari mesin 2-tak dengan mesin 4-tak. Meskipun sudah jarang beredar di pasaran, namun motor dengan mesin 2-tak rupanya masih memiliki pasar tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia.

Khususnya bagi yang kelas menengah ke bawah, seperti petani, tukang sayur keliling, dan penjual keliling lainnya. Harganya pun juga semakin terjangkau, sehingga membuat mereka tak ragu untuk langsung memilih motor berjenis 2-tak ketimbang 4-tak.

Apapun pilihan masyarakat, tetaplah patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, dan selalu gunakan pengaman yang sesuai standar, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat untuk para pembaca. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button