Perguruan Garuda Sayap Putih Buka Padepokan di Wajo, Bupati Jadi Donatur

Baaca.id, SENGKANG – Perguruan pusat seni pencak silat Garuda Sayap Putih, merayakan milad ke XI. Milad dirangkai peletakan batu pertama gedung pemusatan latihan dan pembinaan wirausaha pesilat di Jl Andi Unru, Desa Ujung Baru, Wajo, Ahad (24/10/2021).

Ketua Dewan Pelatih Garuda Sayap Putih Abdi Risal menyampaikan kalau akan kembali bangkit setelah dua tahun dalam masa pandemi. Menurutnya, milad ke 11 merupakan perjalanan panjang Perguruan Garuda Sayap Putih dalam membina generasi muda.

“Saya sampaikan kalau Garuda Sayap Putih lahir di Yogyakarta pada tanggal 21 Oktober 2010, bersama tiga pendiri dan salah satunya saya sendiri. Alhamdulillah berdasarkan rapat pendiri maka dicetuskan Wajo sebagi pusat pengembangan Garuda Sayap Putih ke depan dan padepokan yang akan kita bangun ini merupakan suatu impian,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum Pusat Perguruan Garuda Sayap Putih, Bakri Remmang mengatakan hal yang sama. Kata dia, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan berdirinya padepokan di Kabupaten Wajo ini.

“Dan alhamdilillah ada suntikan dana hibah dari Pemda Wajo dan Pemprov Sulawesi Selatan. Kami tentu sangat membutuhkan dukungan dana APBD, APBN. Mohon terus dukungan Bupati Wajo, karena selama ini Bupati Wajo sudah lama membantu perguruan silat di Kabupaten Wajo, termasuk membantu IPSI Wajo dan Garuda Sayap Putih. Juga kemarin ada hibah bantuan peralatan Pemda Wajo,” kata Bakri Remmang

Sementara Bupati Wajo Amran Mahmud, mengutarakan kalau dirinya siap menjadi donatur tetap dalam pengembangan Garuda Sayap Putih. Ia mengaku merasa bangga bahwa Perguruan Garuda Sayap Putih merupakan pusat di Kabupaten Wajo.

“Saya pribadi dan pemerintah kabupaten Wajo menyampaikan aspirasi dan penghargaan yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada Andi Risal yang tidak pernah ragu dalam pengembangan pencak silat , wajib kita dukung semua, dengan ini saya menjadi donatur tetap setiap bulan, juga saya berlakukan kalau ada Pondok Tahfidz yang baru menjadi donatur,” katanya.

Amran berharap agar secepatnya dibantu melalui Kepala Desa Ujung Baru untuk melegalisasi status lahan pembangunan Padepokan Garuda Sayap Putih agar secepatnya bisa masuk dokumennya ke pemerintah daerah. Karena itu satu syarat yang harus dipenuhi.



Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button