Permainan Boi-boian, Jadul tapi Mengasyikkan

Baaca.id — Makin hari permainan tradisional kian tersisih oleh gadget. Anak-anak khususnya yang tinggal di daerah perkotaan kini sudah tenggelam dengan game online atau menonton video.

Akibatnya, lambat laun permainan-permainan tradisional kian dilupakan bahkan nyaris hilang. Sebut saja permainan boi-boian, gobak sodor atau permainan lainnya sudah sangat sedikit yang mengingatnya.

Padahal permainan-permainan tradisional ini meski terkesan jadul tentu jauh lebih mengasyikan dan menyehatkan daripada kecanduan bermain gadget yang berbahaya untuk mata hingga mental seorang anak.

Permainan boi-boian misalnya. Kamu yang lahir antara tahun 60-80-an pasti masih ingat permainan boi-boian. Permainan yang mengandalkan strategi sekaligus kekompakan untuk mengalahkan kelompok lawan ini sangat menyehatkan.

Cara Bermain Boi-boian

Permainan boi-boian ini adalah tentang cara merobohkan susunan bata atau pecahan genteng yang sudah disusun kelompok lawan dengan bola atau bisa juga dengan cara menendangnya.

Baca Juga: Menguji Adrenalin di Jembatan Kaca Toraja

Dan, kelompok lawan yang bertugas menjaga harus kembali menyusun genteng atau bata yang dirobohkan hingga akhirnya mereka memenangkan permainan dan bergantian dengan kelompok lawan.

Kelompok yang bertugas menjaga susunan genteng juga akan melempar bola ke arah kelompok lawan, dan jika ada kelompok lawan yang terkena lemparan bola maka kelompok itu dianggap kalah.

Cara melempar bolanya pun tak dilakukan secara langsung ke arah tubuh kelompok lawan melainkan harus dioper. Dan jika ada kelompok lawan yang terkena lemparan bola atau pihak lawan berhasil merobohkan susunan genteng maka mereka akan berteriak boi…boii.

Boi dalam permainan ini berarti kemenangan untuk siapapun kelompok yang berhasil melempar susunan genteng atau kelompok yang berhasil mengoper bola dan mengenai tubuh kelompok lawan.

Menggunakan Bola Kertas

Bola yang digunakan pun bukan bola biasa, melainkan bola yang terbuat dari gulungan kertas yang diikat dengan karet.

Sehingga ketika bola mengenai tubuh tidak akan terasa sakit. Meski terbuat dari kertas namun bola ini cukup kuat untuk merobohkan susunan genteng.

Adu strategi antar kelompok yang menegangkan sungguh menyenangkan saat dimainkan bersama.

Jumlah pemainnya pun tak terbatas. Semakin banyak yang ikut bermain maka permainan akan semakin menarik. Tapi, jumlah tiap-tiap kelompok harus seimbang.

Meski demikian permainan ini tetap bisa berjalan meski tiap kelompok hanya terdiri dari dua orang anak.

Permainan Boi-boian yang Sarat Makna

Banyak makna yang tercipta dari permainan boi-boian. Anak-anak yang berada dalam masing-masing kelompok dituntut untuk bekerjasama untuk memenangkan permainan.

Permainan boi-boian ini secara tidak langsung telah mengajarkan anak tentang pentingnya bekerjasama yang memang harus ditanamkan sejak dini.

Permainan ini biasanya dimainkan pada sore hari menjelang petang atau pada malam hari. Tak ada batasan waktu dalam permainan ini sampai salah satu kelompok menyerah atau para pemainnya sudah merasa lelah.

Di daerah perdesaan permainan ini masih kerap dimainkan. Di Lampung misalnya, permainan ini masih bisa dijumpai di Desa Jatiagung, Desa Karanganyar, Desa Way Huwi di Kabupaten Lampung Selatan.

Cara Bermain Boi-boian Berbeda Tiap Daerah

Sebagaimana tiap daerah, permainan boi-boian ini juga berbeda-beda cara bermainnya. Ada yang menggunakan bola atau ada juga yang tidak menggunakan bola.

Baca Juga: Rekomendasi Dokter Anak Makassar

Di Desa Way Huwi, Lampung Selatan misalnya, permainan ini justru tidak menggunakan bola tapi dengan cara menendang susunan genteng.

Disini, kelompok yang kalah akan berbagi tugas, ada yang menyusun genteng ada yang bertugas mencari kelompok lawan yang bersembunyi.

Sementara kelompok lawan juga akan membagi tugas, ada yang mengecoh kelompok yang berjaga ada pula yang bertugas untuk menendang susunan genteng.

Meski berbeda tapi, tujuan permainan ini adalah satu, memenangkan permainan dengan cara bekerjasama dan membagi peran masing-masing anggota kelompok.

Karena jika kelompok tidak membagi tugas untuk tiap anggotanya maka kelompok lawan akan sangat mudah memenangkan permainan.

Permainan Tradisional Harus Dilestarikan

Hingga kini upaya untuk melestarikan permainan boi-boian atau permainan tradisional lainnya nyaris tidak ada.

Dulu sebelum game-game digital merambah. Permainan ini menjadi hiburan tersendiri buat warga kampung saat melihat anak-anak mereka bermain.

Padahal, permainan ini merupakan warisan turun-temurun namun sejak teknologi digital mulai berkembang, permainan-permainan ini mulai dilupakan.

Padahal selain belajar bekerjasama sejak masih usia dini permainan ini juga amat menyehatkan baik secara jasmani dan juga rohani.

Jika permainan-permainan tradisional ini tak segera diinvetarisir atau dilestarikan bisa jadi permainan ini hanya akan menjadi sejarah yang terlupakan.

 

Related Articles

Back to top button