Pertamina Fuel Terminal Parepare Berdayakan Kaum Perempuan Jadi Wirausaha

Program Kampung Sehat dan Bina Posyandu Disiapkan

Baaca.id, PAREPARE – Daya kreativitas bisa jadi modal penting untuk berinovasi dalam membangun dan menjalankan usaha. Terlebih di tengah pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Perhatian terhadap para penggerak roda ekonomi itu juga ditunjukkan PT Pertamina Regional Sulawesi. Melalui Fuel Terminal Parepare, telah menyelenggarakan pelatihan wirausaha womanpreneur pada Senin (1/3/2021). Kegiatan bertemakan inovasi dan adaptasi di masa pandemi itu difokuskan di lokasi Ring I untuk kelompok binaan Pertamina Fuel Terminal Parapare.

Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan, pelatihan itu merupakan upaya perusahaan berpelat merah itu dalam mendukung pergerakan roda ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Dampak pandemi ini sangat luas, masyarakat dituntut untuk bisa bertahan dengan melakukan inovasi dan memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki. Tentunya diharapkan dengan adanya pelatihan dapat menjadi stimulus kepada mereka agar bangkit dan mandiri sehingga bisa membantu menggerakkan roda perekonomian,” ujarnya.

Lanjut, Laode menjelaskan, program Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi Pertamina kepada kelompok Flamboyan, kelompok pemberdayaan perempuan di wilayah Ring I Fuel Terminal Parepare itu sudah dilakukan sejak tahun 2017.

Program yang diberi nama program Kampung Sehat dan Bina Posyandu ini adalah program pemberdayaan perempuan berkelanjutan yang melibatkan kader posyandu menjadi social entrepreneur.

“Kami bersama masyarakat disekitar Fuel Terminal Parepare mengimplementasikan program Kampung Sehat dan Bina Posyandu. Fokus kami adalah membantu menyelesaikan masalah sosial khususnya kesehatan yang ada disana. Kami melakukan penyuluhan sosial dan pendampingan yang dilakukan secara rutin ke masyarakat dengan salah satu fokus utamanya adalah pemberdayaan perempuan,” tambahnya.

Kegiatan sosial yang rutin dilakukan kelompok Flamboyan ini diantaranya adalah pendampingan Posyandu, pemberian makanan tambahan gratis dari kelompok UMKM Flamboyan sebagai bentuk pencegahan Balita Kekurangan Gizi, penyediaan Rumah Singgah ODGJ dan pendampingan Orang Dalam gangguan Jiwa (ODGJ) serta Penyediaan Rumah Aman dan Pendampingan Korban Kekerasan Seksual dan KDRT.

Salah seorang anggota kelompok Flamboyan Program CSR Sehati Pertamina, Sry mengatakan pihaknya sangat bersyukur mendapat pelatihan peluang usaha dari Pertamina di masa pandemi ini.

“Susah sekali menjalankan usaha selama pandemi ini. Semoga dengan peluang yang baru ini kami dapat menghidupi keluarga dan mudah berkegiatan sosial,” ujarnya.

Selama pandemi, lanjut Sry, banyak aktivitas sosial dari kelompok Flamboyan yang terhenti karena mempertimbangkan protokol kesehatan.

“Selama pandemi, sementara dibatasi kegiatan pendampingan ODGJ dan pemberian makanan tambahan untuk balita dan ibu hamil di Posyandu.

Dengan program inovasi dan pelatihan peluang usaha ini, kelompok flamboyan dapat membuat nugget dan pilus ikan dengan harga terjangkau dan enak tentunya bergizi (tanpa pengawet) sebagai usaha yang akan dikembangkan selanjutnya,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button