Pertanyakan Pengelolaan Anggaran Bencana, Aliansi Sulbar Bergerak Datangi DPRD Sulbar

Baaca.id, MAMUJU — Puluhan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Sulbar Bergerak mendatangi Gedung DPRD Sulbar, Kamis (18/2/2021). Mereka menilai pengelolaan dana pasca bencana yang dikelola Pemerintah Provinsi Sulbar, amburadul.

Sampai saat ini, mahasiswa menemukan banyak dana pengelolaan pasca bencana yang tidak jelas pembelanjaanya. Seperti pembelian alas tidur Rp300 juta, belanja media cetak Rp30 juta, media online Rp20 juta, honor relawan Rp140 juta, biaya makan dan snack Rp43.360.000, uang makan relawan Rp385.504.000, pembelian 250 paket sembako untuk petugas puskesmas Rp27 juta.

Kedatangan Aliansi Sulbar Bergerak ini disambut Anggota DPRD Sulbar, Hatta Kainang dan Dandim 1418 Mamuju, Letkol Inf Tri Aji Sartono.

Pada kesempatan itu, Hatta mengatakan, pihaknya akan mengusut dan memanggil OPD yang terlibat dalam pengelolaan anggaran paca bencana. “Kami sudah bentuk pansus dan teman-teman DPRD sudah menyebar ke setiap daerah untuk memastikan data dan bantuan tidak disalahgunakan,” ujar Hatta.

Dia mengungkapkan, sampai saat ini anggaran yang digunakan dalam pengelolaan paca bencana menggunakan dana sumbangan dari provinsi lain dan beberapa donator. Sementara dana APBD yang khusus untuk bencana dan beberapa dana lainya belum pernah digunakan.

“Kita malu, APBD kita masih kosong untuk penggunaan dana bencana gempa ini. Semua anggaran menggunakan dana bantuan provinsi lain. Seharusnya dana APBD Sulbar sudah digunakan namun pihak pemerintah provinsi belum bergerak menyodorkan itu kepada kami,” sesal Hatta. (syarif)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button